Kondisi tersebut mendorong Arab Saudi mencari alternatif lain untuk memperkuat kedaulatan udaranya. KAAN dinilai menawarkan akses terhadap teknologi jet tempur generasi kelima tanpa ikatan politik yang seketat mekanisme pengadaan alutsista Amerika Serikat.

Bagi Turki, kebutuhan pendanaan besar untuk mempercepat produksi massal KAAN menemukan titik temu dengan ambisi modernisasi pertahanan Arab Saudi. Kedua negara melihat peluang saling menguntungkan dalam kemitraan jangka panjang.

Apabila kesepakatan investasi ini terwujud, proyek KAAN tidak lagi sekadar simbol kemandirian industri pertahanan Turki. Jet tempur tersebut berpotensi menjadi representasi kekuatan baru di kawasan yang dibangun melalui kolaborasi regional.

Langkah Riyadh ini juga dipandang sebagai sinyal geopolitik bahwa Arab Saudi tidak ingin menggantungkan masa depan pertahanan udaranya pada satu sumber. Dengan membuka opsi kerja sama alternatif, posisi tawar Riyadh terhadap mitra Barat pun dinilai akan menguat.