Pembelian F-35 Belum Direstui AS, Arab Saudi Lirik Jet Tempur KAAN Buatan Turki
Hubungan Turki dan Arab Saudi memasuki fase baru yang lebih strategis di sektor pertahanan. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan peluang Arab Saudi menjadi mitra investasi utama dalam pengembangan jet tempur generasi kelima KAAN.
Pernyataan tersebut disampaikan Erdogan pada 3 Februari 2026, tidak lama setelah pertemuan tingkat tinggi dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Pertemuan itu dinilai membuka jalan bagi kerja sama besar di bidang industri pertahanan.
KAAN merupakan proyek dirgantara paling ambisius yang tengah dikembangkan Turki melalui Turkish Aerospace Industries. Jet tempur siluman ini telah melaksanakan penerbangan perdana pada 2024 dan diproyeksikan memasuki tahap produksi massal pada 2029.
Keterlibatan Arab Saudi sebagai investor disebut akan mempercepat pengembangan program tersebut. Suntikan dana dari Riyadh diyakini mampu memperkuat posisi KAAN sebagai kandidat jet tempur generasi kelima yang kompetitif di kawasan Timur Tengah.
Potensi kerja sama ini tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa waktu terakhir, Ankara dan Riyadh juga memperkuat hubungan ekonomi melalui kesepakatan energi terbarukan bernilai miliaran dolar Amerika Serikat, menandai pemulihan penuh relasi bilateral kedua negara.
Bagi Turki, masuknya modal Arab Saudi berpeluang mempercepat jalur produksi serta membuka peluang ekspor KAAN ke pasar internasional. Sementara bagi Arab Saudi, kemitraan ini menjadi opsi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok persenjataan Barat.
Jika terealisasi, investasi gabungan tersebut diprediksi akan berdampak signifikan pada peta kekuatan udara regional. Dukungan finansial Riyadh memungkinkan percepatan pengembangan sistem persenjataan, sensor, dan subsistem canggih pada KAAN.
Langkah ini juga tak terlepas dari mandeknya upaya Arab Saudi memperoleh jet tempur F-35 dari Amerika Serikat. Hingga kini, permohonan Riyadh masih terbentur restu politik di Washington, termasuk pertimbangan keseimbangan kekuatan kawasan dan isu nonteknis lainnya.
Update Terbaru
Google Buka Program Akses Katalog Play untuk Toko Aplikasi Pihak Ketiga
Kamis / 16-07-2026, 12:08 WIB
OnePlus Dikabarkan Hentikan Operasi di AS dan Eropa, India Menyusul 2027
Kamis / 16-07-2026, 12:07 WIB
6 Cara Mencuci Sepatu Suede agar Tidak Kusam dan Botak
Kamis / 16-07-2026, 12:07 WIB
Wajah Oval Berhijab Makin Cantik dengan 5 Model Kacamata Ini, Anti Pusing dan Tetap Stylish!
Kamis / 16-07-2026, 12:07 WIB
Rekomendasi Sunscreen Alami untuk Kulit Berminyak
Kamis / 16-07-2026, 12:07 WIB
Rahasia Mesin Tetap Dingin Meski Terus Dipacu di Lintasan Balap
Kamis / 16-07-2026, 12:07 WIB
Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Lengkap dengan Arti Setiap Kategorinya
Kamis / 16-07-2026, 12:07 WIB
Inio Asano Habiskan Sebulan Buat Kota 3D untuk Manga Satu Bab
Kamis / 16-07-2026, 12:06 WIB
Ike Barinholtz Dikecam Usai Lelucon Soal Mendiang Lindsey Graham dan Saudarinya
Kamis / 16-07-2026, 12:06 WIB
GoFundMe Galang Dana untuk Keluarga Bodyguard Selebriti Mason Haynes
Kamis / 16-07-2026, 12:06 WIB
Belanda Pimpin Inovasi Angkatan Laut dengan Uji Coba Armada Otonom
Kamis / 16-07-2026, 12:01 WIB
Serangan ke Jantung Rusia: Zelenskyy Rebut Inisiatif dan Perbaiki Hubungan dengan Trump
Kamis / 16-07-2026, 12:01 WIB
PINTU dan HIMAPEN Tingkatkan Literasi Investasi Kripto, Saham, dan Komoditas bagi Mahasiswa
Kamis / 16-07-2026, 12:00 WIB







