Rusia kembali memperkuat kekuatan udaranya dengan menerima pengiriman terbaru jet tempur generasi kelima Su-57. United Aircraft Corporation mengonfirmasi bahwa unit-unit terbaru pesawat tempur tersebut telah diserahkan kepada Angkatan Dirgantara Rusia pada Januari 2026.

Pengiriman ini dipandang memiliki arti strategis besar di tengah konflik berkepanjangan di Ukraina, tekanan militer NATO, serta tantangan industri akibat sanksi internasional. Setelah jeda pengiriman sepanjang 2025, kedatangan Su-57 terbaru ini menjadi sinyal bahwa produksi pesawat tempur generasi kelima Rusia kembali berjalan.

Sejumlah rekaman operasional dan laporan internal menunjukkan bahwa pesawat yang dikirim telah mengusung konfigurasi teknis terbaru. Hal ini menegaskan bahwa penguatan armada Su-57 tidak sekadar bersifat kuantitatif, tetapi juga membawa peningkatan kemampuan tempur.

Salah satu penerbang yang terlibat dalam proses penerimaan pesawat menyatakan bahwa Su-57 dengan konfigurasi baru disiapkan untuk memenuhi kebutuhan operasional yang mendesak. Ia juga menegaskan bahwa pesawat ini telah menunjukkan kinerja yang baik dalam operasi militer yang sedang berlangsung.

Kebangkitan Produksi Su-57

Pengiriman Januari 2026 menandai pemulihan penting dalam jalur produksi Su-57. Sepanjang 2025, berbagai spekulasi berkembang mengenai terhambatnya produksi akibat kendala rantai pasok, keterbatasan komponen, dan prioritas industri perang.

Berdasarkan analisis sumber terbuka, batch terbaru ini diperkirakan terdiri dari dua hingga empat unit pesawat. Jumlah tersebut dinilai signifikan mengingat armada Su-57 operasional Rusia sebelumnya diperkirakan masih berada di kisaran puluhan unit.

Dengan target jangka panjang pengadaan puluhan Su-57 hingga akhir dekade ini, setiap pengiriman baru memiliki dampak langsung terhadap kesiapan tempur Angkatan Dirgantara Rusia.

Konfigurasi Teknis dan Persenjataan Baru

Su-57 yang dikirim pada awal 2026 disebut membawa konfigurasi teknis baru yang difokuskan pada perluasan spektrum misi. Peningkatan ini mencakup integrasi persenjataan jarak jauh, penyempurnaan avionik, serta penguatan sistem sensor dan fusi data.