NO SENSOR! Video Diduga Ketua DPR RI Puan Maharani Terciduk Pesta di Ruang VIP Bareng Para Konglomerat 2 Menit 31 Detik, Asli Atau Hoax?
NO SENSOR! Video Diduga Ketua DPR RI Puan Maharani Terciduk Pesta di Ruang VIP Bareng Para Konglomerat 2 Menit 31 Detik, Asli Atau Hoax?
Nama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, bukan karena kebijakan atau rapat paripurna, melainkan karena sebuah video yang memperlihatkan dirinya tengah berpesta di ruang VIP bersama sejumlah perempuan yang diduga para istri atau sosialita konglomerat.
Video singkat namun penuh kontroversi itu diunggah oleh akun Instagram @wakandatalks pada 9 September 2025 dan langsung meledak di jagat maya. Dalam rekaman berdurasi sekitar 30 detik itu, terlihat Puan Maharani berdiri di tengah kerumunan perempuan elegan, semuanya tampak bersulang dengan gelas berisi minuman berbusa — entah itu bir, sampanye, atau mocktail — sambil tertawa dan bergembira.
Detik-Detik Pesta di Ruang VIP yang Bikin Heboh
Dalam video tersebut, suasana terlihat sangat eksklusif. Latar belakang ruangan menunjukkan interior mewah dengan lampu temaram, sofa kulit, dan dekorasi glamor khas ruang VIP klub malam atau lounge hotel bintang lima. Puan yang mengenakan busana elegan berwarna gelap tampak santai dan menikmati momen, sambil sesekali tersenyum lebar ke arah kamera.
Caption unggahan @wakandatalks pun tak kalah pedas:
“Sebuah video memperlihatkan Ketua DPR RI, Puan Maharani, sedang berpesta bersama sejumlah ibu-ibu konglomerat di sebuah room VIP. Siapa bilang kerja di DPR cuma rapat dan sidang? Ternyata ada juga ‘rapat santai’ sambil cheers!”
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai lokasi pasti pesta tersebut. Apakah di Jakarta, Bali, atau bahkan luar negeri? Juga tidak diketahui kapan tepatnya momen itu terjadi — apakah di akhir pekan, hari kerja, atau bahkan saat sedang ada agenda resmi negara?
Reaksi Warganet: Dari Kritik Tajam Hingga Seruan Mundur
Tak butuh waktu lama, video ini langsung menjadi viral dan memicu gelombang komentar pedas dari netizen. Banyak yang menyayangkan sikap seorang pejabat tinggi negara yang terlihat “bersenang-senang” di tengah isu ekonomi yang masih menghantui rakyat kecil.
Akun @windaseptianita menulis dengan nada geram:
“Maaf, boleh enggak kita sebagai rakyat, copot Bu Puan biar jadi rakyat biasa aja? Gak usah mimpin negeri ini kalau gaya hidupnya kayak gini. Rakyat lagi susah, beliau lagi cheers-cheers.”
Sementara akun @fadhil.luthfi3123 menyentil sistem politik yang melingkupi DPR:
“Sudah sepantasnya DPR itu dibubarin. Selama anggota DPR lahir dari partai, pasti diatur semua oleh Ketua Partai. Gak heran kalau etika dan moral jadi nomor sekian.”
Ada pula yang menghubungkan video ini dengan kontroversi anggaran DPR sebelumnya. Akun @nur_amalina15 menulis:
“Pantesan anggaran nginep di hotel bisa sampai 9 juta per malam. Ternyata habit-nya emang di tempat mewah. Rakyat mikirin listrik naik, beliau mikirin botol sampanye yang mana.”
Dan yang paling menusuk datang dari akun @cyntidia:
“Di Jepang, Perdana Menteri sampai mundur karena dihantui rasa malu. Di sini? Malah upload story lagi pesta. Beda budaya, beda rasa malu.”
Pertanyaan Besar: Etika Pejabat Publik vs Hak Pribadi
Fenomena ini memicu perdebatan sengit di ruang publik. Di satu sisi, banyak yang menilai bahwa sebagai pejabat publik, apalagi Ketua DPR, Puan seharusnya menjaga citra dan etika — terutama dalam hal gaya hidup. Di sisi lain, ada juga yang membela dengan argumen bahwa Puan berhak bersantai selama tidak melanggar hukum.
Namun, publik tampaknya tak mau kompromi. Di tengah inflasi, PHK massal, dan kenaikan harga-harga pokok, melihat pejabat negara berfoya-foya — meski dengan uang pribadi — dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan sosial yang parah.
Update Terbaru
Alwi Farhan Jagokan Portugal Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 18:20 WIB
Prodia Rilis U&aang, Fitur Pembayaran Digital untuk Layanan Kesehatan
Rabu / 17-06-2026, 18:19 WIB
IHSG Diprediksi Variatif, Investor Tunggu Keputusan The Fed dan BI
Rabu / 17-06-2026, 18:19 WIB
Park Eun Bin dan Yang Se Jong Pamerkan Romansa Supernatural di Poster Baru 'Spooky in Love'
Rabu / 17-06-2026, 18:17 WIB
Portugal vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Laga Pembuka Grup K
Rabu / 17-06-2026, 18:17 WIB
Tanggapi Kritik Publik, Wapres Gibran Janji Benahi MBG dan KDMP
Rabu / 17-06-2026, 18:16 WIB
Aplikasi Antivirus Berevolusi Jadi Pelindung Perangkat Berbasis Perilaku
Rabu / 17-06-2026, 18:16 WIB
ShopeePay Perluas Fitur Finansial dan Perkuat Keamanan Dompet Digital
Rabu / 17-06-2026, 18:16 WIB
PT Provident Investasi Bersama Tbk Tidak Pasang Target Pendapatan 2026
Rabu / 17-06-2026, 18:16 WIB
KKHI Makkah Fasilitasi Kepulangan Jemaah Haji Sakit Lewat Tanazul
Rabu / 17-06-2026, 18:16 WIB
New South Wales vs Queensland: Laga Panas State of Origin Game 2
Rabu / 17-06-2026, 18:15 WIB
PPATK Waspadai Lonjakan Judi Online Jelang Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 18:14 WIB
Kementan Usul Alih Fungsi Kebun Teh Bandung Jadi Lahan Bawang Putih
Rabu / 17-06-2026, 18:14 WIB
Eshan Agro Sentosa Perkuat Budaya Kerja RESPECT untuk Staf Operasional
Rabu / 17-06-2026, 18:13 WIB






