Hari menekankan bahwa unit yang beredar di pasar domestik Indonesia merupakan rakitan lokal atau CKD.

Ia juga menyebutkan bahwa kasus penarikan massal di China hanya berdampak pada kelompok produksi tertentu saja.

"Sebenarnya yang di China pun tidak semua yang kena, hanya pada batch produksi di waktu tertentu. Jadi untuk Indonesia, kami masih berkoordinasi erat dengan Xpeng Global," jelasnya.

Masalah pada MPV listrik ini berawal dari temuan potensi kebocoran sistem suspensi udara akibat proses produksi yang tidak sempurna.

Kerusakan ini berisiko mengganggu pengendalian kendaraan secara mendadak.

>>> Fakta Terbaru Mobil Alphard Viral Terobos Zebra Cross di Bundaran HI: Bukan Milik Aparat, Terjerat Kasus Plat Palsu dan Tunggakan Pajak

Sebagai bentuk tanggung jawab, pabrikan akan mengganti komponen pilar penyangga suspensi udara dengan versi terbaru secara cuma-cuma bagi kendaraan yang terdampak.