Perjuangan Tim SAR di Tengah Cuaca Ekstrem

Merespons laporan tersebut, operasi SAR gabungan segera dibentuk. Tim yang terdiri atas personel TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat adat setempat langsung menyisir area Sungai Memti dan sekitarnya.
 
Namun, alam Pegunungan Arfak seolah memberikan ujian berat. Selama tujuh hari pelaksanaan operasi SAR resmi, tim lapangan harus menghadapi berbagai kendala ekstrem. Cuaca yang berubah drastis, kabut tebal yang membatasi jarak pandang, suhu udara yang menusuk tulang, hingga bebatuan sungai berukuran raksasa yang licin membuat proses penyisiran berjalan sangat lambat dan berbahaya.
 
Berdasarkan prosedur standar operasional (SOP), operasi SAR resmi ditutup pada Jumat, 24 Juli 2026, setelah berlangsung selama tujuh hari tanpa hasil. Namun, semangat untuk menemukan Yanto tidak padam. Masyarakat setempat dan keluarga terus melakukan pencarian mandiri di sepanjang aliran sungai.

Ditemukan Berjarak 10 Meter dari Titik Jatuh

Kegigihan warga dan tim gabungan akhirnya membuahkan hasil. Pada Senin, 27 Juli 2026, atau tepat di hari kesembilan pasca-kejadian, warga setempat menemukan jasad Yanto sekitar pukul 11.05 WIT.
 
Ironisnya, jenazah korban ditemukan di Sungai Memti hanya berjarak sekitar 10 meter dari titik awal di mana ia dilaporkan terjatuh dan terseret arus. Jasadnya kemudian segera dievakuasi oleh tim SAR gabungan yang masih standby di sekitar lokasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
 

Belasungkawa Polda Papua Barat dan Imbauan Keselamatan

Atas musibah yang merenggut nyawa jurnalis muda berbakat ini, Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat turut menyampaikan belasungkawa.
 
“Atas nama Kapolda Papua Barat dan seluruh jajaran, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara Yanto Idorway,” ucap Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Trihadi Kuncahyo, dikutip dari Antara News, Senin (27/7/2026).
 
Kombes Pol Trihadi juga memberikan apresiasi tinggi atas sinergitas luar biasa yang ditunjukkan selama proses pencarian. “Terima kasih kepada personel TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, kepala kampung, tokoh adat, serta relawan yang menunjukkan dedikasi dan sinergi selama operasi pencarian," ujarnya.
 
Di akhir keterangannya, Polda Papua Barat sekaligus memberikan imbauan keras kepada masyarakat dan para wisatawan. Mengingat topografi Papua yang didominasi pegunungan dan aliran sungai deras, keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.
 
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan sungai, air terjun, pantai, maupun lokasi alam lainnya. Hindari berenang atau menyeberang di area yang tidak diketahui kedalaman dan arus dasarnya, terutama ketika kondisi cuaca sedang tidak bersahabat atau debit air sungai sedang meningkat.