Pada lansia dengan berat badan normal, tidak ada hubungan seperti itu.

Diketahui bahwa pada usia lanjut, kekurangan berat badan sangat terkait dengan kerapuhan dan risiko kematian yang lebih tinggi.

Perlu ditekankan bahwa ini adalah studi observasional, yang hanya menunjukkan asosiasi, bukan sebab-akibat. Fenomena ini juga sejalan dengan yang disebut 'paradoks obesitas' pada penuaan.

Menariknya, penurunan kemungkinan menjadi centenarian tidak terlihat pada orang yang menghindari daging tetapi masih mengonsumsi ikan, susu, atau telur.

Makanan tersebut menyediakan nutrisi penting untuk menjaga otot dan tulang, seperti protein berkualitas tinggi, vitamin B12, kalsium, dan vitamin D.

Para peneliti menyarankan bahwa memasukkan sedikit makanan hewani dapat membantu lansia terhindar dari malnutrisi dan mencegah kehilangan otot berlebihan, yang menjadi perhatian khusus pada usia sangat tua dengan diet vegan ketat.

Kesimpulannya, kebutuhan gizi berubah seiring usia, dan pola makan pun harus disesuaikan.

Pada usia di atas 80 atau 90 tahun, mencegah malnutrisi dan penurunan berat badan mungkin lebih penting daripada mengelola risiko penyakit kronis jangka panjang.

>>> Buronan Kasus Pemerkosaan Bersembunyi sebagai Eksekutif Farmasi Selama 20 Tahun

Pola makan nabati tetap bisa menjadi pilihan sehat bagi lansia, tetapi memerlukan perencanaan yang lebih cermat—dan kadang suplemen—untuk memenuhi semua kebutuhan gizi.