Sulit rasanya menemukan kuliner yang dicintai hampir semua kalangan seperti bakso. Dari gerobak kaki lima hingga restoran, semangkuk bakso hangat selalu punya tempat di hati masyarakat Indonesia.

Tak hanya mengenyangkan, hidangan ini juga menyimpan cerita tentang resep turun-temurun, inovasi rasa, hingga perjuangan para pelaku usaha yang menjaga cita rasanya tetap bertahan dari generasi ke generasi.

>>> Fajar/Fikri Juara China Open 2026 Usai Kalahkan Ganda Nomor 1 Dunia

Kecintaan masyarakat terhadap bakso itulah yang menjadi semangat digelarnya Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Festival yang berlangsung pada 25–26 Juli ini menghadirkan 50 penjual bakso dari berbagai daerah di Indonesia, dua kali lebih banyak dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu.

Selama dua hari, pengunjung dapat menjelajahi beragam jenis bakso, mulai dari bakso legendaris yang mempertahankan resep puluhan tahun, bakso khas daerah dengan cita rasa autentik, hingga kreasi bakso viral yang tengah digemari pecinta kuliner.

Untuk memudahkan eksplorasi, festival dibagi ke dalam tiga kategori: Bakso Legendaris, Bakso Nusantara, dan Bakso Viral.

Bakso sebagai Kuliner yang Bertahan dan Berinovasi

Marketing Director PT Sasa Inti, Agus Nugraha, mengatakan bakso merupakan salah satu kuliner yang mampu bertahan mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan kedekatannya dengan masyarakat.

"Kuliner bakso Indonesia memiliki kekuatan karena mampu terus bertumbuh tanpa kehilangan kedekatannya dengan masyarakat.

Ada resep yang telah dijaga selama puluhan tahun, tetapi ada juga inovasi baru yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi konsumen," ujar Agus.

>>> Kekeringan Ekstrem, 162 Keluarga di Tangsel Butuh Pasokan Air Bersih

Menurutnya, melalui Festival Sasa Bakso Vaganza, Sasa ingin memberikan ruang bagi para pelaku usaha bakso untuk memperkenalkan cita rasa sekaligus kisah di balik usaha mereka kepada masyarakat yang lebih luas.