Merespons hal ini, KLH/BPLH menetapkan serangkaian kebijakan dan program strategis untuk memperkuat perlindungan pesisir.

Salah satunya, pada Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove yang menjadi jaminan upaya perlindungan dan pemulihan agar berjalan terpadu.

Sebagai penguatan langkah pelaksanaan di lapangan dan orkestrasi dengan para pihak, KLH/BPLH juga menetapkan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM) Nasional 2026-2055 sebagai pedoman pengelolaan jangka panjang.

>>> Misteri Kematian Sutrimo di Depan Klinik Kecantikan Kebayoran Baru: Polisi Usut Tuntas, Diduga Terkait Mantan Pejabat Kejagung

Melalui pendekatan Kesatuan Lanskap Mangrove (KLM), fungsi perlindungan alam diselaraskan dengan pemanfaatan berkelanjutan.

Sementara di tingkat tapak, program Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM) terus didorong untuk mengubah kebiasaan eksploitasi menjadi pengelolaan lestari, seperti ekowisata dan produk berbasis mangrove yang menciptakan lapangan kerja hijau.

Komitmen Lintas Kementerian

Sejalan dengan berbagai upaya itu, Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki menegaskan komitmen Kementerian Kehutanan untuk memperkuat rehabilitasi mangrove, khususnya pada kawasan dalam kewenangannya.

"Kami dari Kementerian Kehutanan berkomitmen untuk terus meningkatkan rehabilitasi mangrove, karena ada 2,73 juta hektare mangrove dalam kawasan hutan yang menjadi tanggung jawab kami.

Kami juga dalam rehabilitasi mangrove melibatkan masyarakat sekitar, salah satunya melalui Kebun Bibit Rakyat Mangrove," tutur Rohmat.

Beragam program tersebut membutuhkan sinergi kuat antarpemangku kepentingan.

KLH/BPLH menyatakan akan memperkuat kemitraan strategis antarkementerian dan lembaga pemerintah agar upaya pemulihan ekosistem pesisir menjadi gerakan nasional yang terpadu dari pusat hingga ke daerah.

"Kita selalu melalui Menteri Lingkungan Hidup menyuarakan kembali pentingnya lingkungan itu harus dijaga.

Kementerian Kelautan dan Perikanan sangat concern dan sangat berkomitmen menyeimbangkan antara ekologi dan ekonomi (ekonomi biru).

Salah satu program yang akan dilakukan adalah revitalisasi Pantura Jawa, termasuk restorasi mangrove," pungkas Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

>>> Tragedi Tabanan: Nyawa Melayang Gara-Gara Ayam Aduan, Tangis Pilu Anak SD di Depan Jenazah Ayah Bikin Merinding

Momentum peringatan Hari Mangrove Sedunia ini mengingatkan bahwa kebijakan berbasis data, tata kelola yang terintegrasi, serta kemitraan lintas kementerian/lembaga bermuara pada satu komitmen utama, yakni menjaga mangrove untuk generasi mendatang.