Perubahan tren taktik sepak bola modern yang tidak lagi berfokus pada penyerang murni dinilai menuntut Timnas Indonesia untuk segera beradaptasi.

Pergeseran peran nomor sembilan dari sekadar pencetak gol menjadi pemain yang wajib aktif dalam skema permainan secara tidak langsung mendesak pelatih John Herdman dan jajarannya untuk menyesuaikan gaya bermain, terutama menjelang laga di Piala AFF 2026.

>>> Ikan Sidat Asal Indonesia Ternyata Punya Omega-3 Tertinggi di Dunia, Kalahkan Salmon

Dua legenda Tim Merah Putih, Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales, menyoroti perbedaan mencolok antara era mereka bertanding dengan tuntutan masa kini.

Menurut mereka, sepak bola modern menuntut penyerang untuk lebih dinamis, tidak hanya menunggu bola di kotak penalti, tetapi juga terlibat dalam pressing dan membantu pertahanan.

Perubahan Peran Penyerang

Bambang Pamungkas, yang akrab disapa Bepe, menjelaskan bahwa di era 1990-an dan awal 2000-an, banyak tim menggunakan dua penyerang tengah.

Namun, kini hampir semua tim hanya menggunakan satu penyerang, dan itu pun tidak selalu berfungsi sebagai target man.

"Di era saya dan El Loco bermain, mungkin sistemnya berbeda. Kebanyakan tim menggunakan dua penyerang [tengah].

Sedangkan sekarang, hampir semuanya menggunakan satu penyerang, dan itu pun tidak banyak yang berfungsi murni sebagai target man," kata Bepe.

Ia menambahkan bahwa perubahan ini adalah tuntutan zaman. Sepak bola modern menuntut aspek fisik, sistem, dan kecepatan yang membuat permainan semakin dinamis.

"Memang itu tuntutan zaman, di mana sepak bola sekarang sudah begitu menuntut aspek fisik, sistem, dan kecepatan yang membuat sepak bola menjadi semakin dinamis.

Dan rasanya kita juga harus beradaptasi dengan itu," tambahnya.