Masalah kian pelik karena strategi elektrifikasi yang dijalankan Porsche ternyata belum membuahkan hasil sesuai harapan.

Kegagalan transisi ini berdampak langsung pada kesehatan finansial mereka.

Margin keuntungan Porsche yang biasanya kokoh di level dua digit kini anjlok parah hingga tersisa hanya 1,1 persen pada tahun lalu.

Demi memperbaiki kinerja keuangan yang sedang berdarah-darah, CEO Porsche Michael Leiters memilih untuk melakukan pemangkasan biaya operasional secara radikal.

Ia juga berencana menyederhanakan lini produk agar perusahaan bisa lebih fokus.

Ke depannya, Porsche hanya akan memprioritaskan pengembangan model-model dengan margin keuntungan tinggi seperti seri legendaris 911 serta jajaran SUV premium mereka.

Langkah efisiensi ini sebenarnya sudah mulai terlihat ketika Porsche memutuskan untuk menutup tiga anak perusahaan miliknya.

Keputusan tersebut telah menelan korban sekitar 500 karyawan tambahan di luar rencana PHK ribuan orang yang baru saja diumumkan.

>>> Peringati Hari Anak Nasional, Pertamina Ajak Generasi Muda Jadi Green Warriors Penyelamat Bumi

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa pasar mobil sport mewah pun tidak kebal terhadap guncangan ekonomi dunia saat ini.