Keunggulan lain, sertifikat yang diperoleh dapat diajukan untuk dikonversi menjadi SKS apabila peserta melanjutkan studi formal di ITB.

ITB merancang ICE Microcredential berdasarkan empat pilar utama: relevansi materi dengan kebutuhan industri melalui kolaborasi bersama perusahaan, fleksibilitas proses pembelajaran, kredibilitas sertifikat yang diterbitkan ITB, serta peluang akumulasi sertifikat sebagai bagian dari konsep pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) melalui mekanisme konversi SKS.

Sebagai bagian dari peluncuran, ITB juga menggelar diskusi bertajuk "Kolaborasi Industri dan Akademik dalam Pengembangan Talenta".

Diskusi menghadirkan Vice Chairman of Green Economic Council Indonesia Carbon Trade Association Triharyo Soesilo, Senior Manager Human Capital Development Medco Power Radityo Harry Wibowo, serta Assistant Director Direktorat Pendidikan Profesional Berkelanjutan ITB Dina Dellyana.

Diskusi tersebut membahas kebutuhan kompetensi baru di berbagai sektor industri, kesenjangan talenta, serta pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

Direktorat Pendidikan Profesional Berkelanjutan ITB menyatakan ICE Microcredential dikembangkan sebagai respons terhadap percepatan digitalisasi, meningkatnya kebutuhan kompetensi yang terukur, serta perlunya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas.

Program ini menawarkan berbagai bidang pembelajaran strategis, antara lain kecerdasan artifisial (AI), analitika data, teknologi energi dan keberlanjutan, rekayasa dan manufaktur, manajemen, kewirausahaan, hingga berbagai keterampilan digital lainnya.

Program ICE Microcredential terbuka bagi mahasiswa, profesional, lulusan baru, maupun masyarakat umum.

>>> Wardah Hadirkan Colour Circuit, Kenalkan Makeup Berbasis Analisis Warna Personal

Pendaftaran telah dibuka melalui platform resmi ICE Microcredential, sehingga peserta dapat memilih kelas sesuai kebutuhan, mengikuti pembelajaran bersama dosen ITB, memperoleh sertifikat resmi, serta memanfaatkan fasilitas konversi sertifikat menjadi SKS apabila melanjutkan pendidikan di ITB.