Harga Bitcoin (BTC) menembus level US$65.500 per koin, mencatat level tertinggi dalam lima pekan terakhir.

Kenaikan ini diikuti oleh aset kripto besar lainnya seperti Ethereum (ETH) yang diperdagangkan di kisaran US$1.880.

>>> Dokter Ingatkan Pencegahan Dengue Tak Cukup Hanya dengan 3M

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, menyatakan bahwa kenaikan ini mencerminkan membaiknya sentimen di pasar aset kripto.

Optimisme terhadap perkembangan regulasi, minat investor institusi yang terjaga, serta perhatian pada agenda ekonomi global menjadi pendorong utama.

"Pergerakan pasar kali ini menunjukkan semakin matangnya dinamika industri aset kripto, di mana pembentukan harga semakin dipengaruhi berbagai faktor fundamental," ujar Aloysia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/7).

Regulasi AS dan Minat Institusi Dorong Optimisme

Salah satu faktor yang membangun optimisme adalah semakin jelasnya arah pembahasan regulasi aset kripto di Amerika Serikat.

Kepastian regulasi dari negara dengan pasar keuangan besar dinilai dapat meningkatkan kepercayaan pelaku pasar dan memberikan kepastian hukum.

Dalam beberapa hari terakhir, pembahasan CLARITY Act menunjukkan perkembangan positif setelah kerangka etika regulasi tersebut disetujui.

Hal ini menjadi sentimen yang diperhatikan pasar karena memberikan harapan terhadap ekosistem aset digital yang lebih terstruktur.

>>> Nakhoda Speedboat Bawa 11 WNA di Gorontalo Masih Hilang

Di sisi lain, minat investor institusi terhadap Bitcoin juga menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data SoSoValue, Spot Bitcoin ETF di AS mencatat arus dana bersih (net inflow) selama dua hari perdagangan pada 20-21 Juli dengan total sekitar US$430 juta.

Meskipun bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi harga, arus dana tersebut menjadi indikator bahwa permintaan terhadap eksposur Bitcoin masih terjaga.

Pelaku pasar juga menantikan sejumlah agenda ekonomi, seperti keputusan suku bunga Federal Reserve dan musim laporan keuangan perusahaan teknologi besar seperti Alphabet, Tesla, dan Intel.

Kinerja emiten tersebut diperkirakan memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Aloysia mengingatkan investor untuk melihat perkembangan secara menyeluruh dan tidak hanya fokus pada pergerakan harga jangka pendek.

"Penting untuk tetap mengedepankan prinsip Do Your Own Research (DYOR), memahami profil risiko, serta berinvestasi sesuai tujuan keuangan jangka panjang," ujarnya.

>>> Thailand Hajar Kamboja 3-0, Lolos ke Final SEA V Cup 2026

Sebagai regulated crypto exchange Indonesia, Indodax berkomitmen menghadirkan ekosistem investasi aset digital yang aman, transparan, dan bertanggung jawab, serta mendorong peningkatan literasi masyarakat.