Sebanyak 604 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mulai menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah wilayah Kota Surabaya.

Mereka akan hidup berdampingan dengan masyarakat selama lebih dari dua minggu ke depan.

>>> Film Pendek Jalan Pulang: Kebaya sebagai Penghubung Lintas Generasi

Para mahasiswa tidak hanya menjalankan program KKN, tetapi juga membawa misi membangun budaya literasi, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta menyusun solusi yang akan ditindaklanjuti menjadi riset dan program pemberdayaan berkelanjutan.

Mereka diterjunkan di lima kecamatan, tujuh kelurahan, dan 42 Rukun Warga (RW).

Mahasiswa berasal dari 12 program studi, antara lain S1 Keperawatan, S1 Pendidikan Dokter, S1 Kebidanan, S1 Gizi, S1 Kesehatan Masyarakat, D-IV Analis Kesehatan, S1 Sistem Informasi, S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 PGSD, S1 PG PAUD, dan S1 Pendidikan Bahasa Inggris.

KKN sebagai Sarana Implementasi Ilmu

Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA. , mengatakan KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.

Menurutnya, KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

"Kami ingin setiap kelompok meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat.

Karena itu hasil KKN tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus, tetapi menjadi dasar riset, pengabdian dosen, hingga pengembangan program KKN berikutnya," kata Rektor dalam acara pelepasan peserta, Jumat (24/7/2026) siang.

"Kami ingin mahasiswa hadir bukan hanya sebagai peserta KKN, tetapi sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi, memberdayakan masyarakat, dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan," sambungnya.

Pelaksanaan KKN tahun ini mengedepankan pendekatan kolaboratif dan lintas disiplin ilmu.