Mahasiswa dari berbagai program studi ditempatkan dalam kelompok yang saling melengkapi sehingga mampu memberikan solusi yang lebih komprehensif sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di lokasi penugasan.

>>> Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026

Wakil Rektor 3 Unusa Prof. Dr. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA. , DVM.

, menambahkan program kali ini dipetakan bersama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Surabaya. Setiap wilayah sudah memiliki plotting masing-masing.

"Jadi bukan hanya setelah KKN selesai, kami akan menindaklanjuti lewat program-program keberlanjutan," ungkapnya.

Tema KKN Unusa tahun ini adalah 'Pemberdayaan Masyarakat Melalui Transformasi Kesehatan, Pendidikan dan Bisnis Digital Berkelanjutan'.

Salah satu inovasi yang akan dikembangkan adalah Program TIBA (Titik Baca) Perpustakaan Unusa.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengakses bahan bacaan digital berbasis QR Code yang disesuaikan dengan tema kegiatan maupun kebutuhan wilayah.

Pada lokasi yang memungkinkan, Unusa juga akan menghadirkan pojok baca dengan koleksi buku cetak sebagai bagian dari penguatan budaya literasi masyarakat.

Ketua Pelaksana KKN, Dr. Gilang Nugraha menjelaskan, kegiatan mahasiswa tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.

Seluruh capaian dan permasalahan yang ditemukan di masyarakat akan dimonitor dan dievaluasi sebagai dasar pengembangan riset dosen, program pengabdian kepada masyarakat, serta penyempurnaan pelaksanaan KKN pada tahun berikutnya.

"Dengan demikian, KKN di Unusa dirancang menjadi program yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tuturnya.

>>> Pesona Selebriti dalam Bikini Motif Hewan di Musim Panas

Gilang berharap, melalui KKN 2026, mahasiswa mampu mengasah kepemimpinan, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama lintas disiplin, serta menghasilkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.