Net Interest Margin (NIM) tercatat 4,37 persen per Juni 2026, dibandingkan 4,63 persen pada Juni 2025.

Kinerja Keuangan dan Digitalisasi

Kinerja intermediasi yang sehat turut memperkuat fundamental keuangan Bank Mandiri.

Sepanjang semester I 2026, pendapatan tumbuh 10,3 persen YoY dan laba bersih konsolidasi mencapai Rp30,4 triliun, naik 24,4 persen YoY.

Totok menambahkan, pencapaian laba ini hasil dari kualitas ekspansi kredit yang difokuskan ke sektor produktif dan padat karya, sehingga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja.

Efisiensi operasional juga terjaga.

>>> Pos Indonesia Pastikan Operasional Normal di Tengah Audit

Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) bank only berada di level 57,6 persen, membaik 6,2 poin persentase secara tahunan.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyatakan peningkatan produktivitas tidak lepas dari penguatan kapabilitas digital.

Platform Livin' by Mandiri telah digunakan sekitar 41 juta pengguna terdaftar hingga Juni 2026, tumbuh 24,3 persen YoY.

Rata-rata akuisisi mencapai sekitar 27 ribu pengguna baru setiap hari, didukung fitur seperti KSM Emas, KA Deposito, Next-G, dan Livin' Call.

Di segmen bisnis, Kopra by Mandiri melayani sekitar 354 ribu pengguna terdaftar, tumbuh 26,8 persen YoY, dengan sekitar 84 persen di antaranya pelaku UMKM.

Fitur seperti DHE Tracker dan e-Documents Trade & Bank Garansi turut memperkuat platform.

Novita menegaskan, seluruh kapabilitas digital merupakan sarana menjangkau nasabah secara efektif hingga ke pulau-pulau terluar, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross bank only sebesar 0,98 persen, membaik 10 basis poin secara tahunan.

Cost of Credit (CoC) menurun menjadi 0,52 persen per Juni 2026.