Direktur Risk Management Bank Mandiri, Danis Subyantoro, mengatakan pihaknya disiplin menerapkan manajemen risiko yang ketat. "Kami memastikan pertumbuhan kredit selalu berjalan beriringan dengan kualitas aset yang terjaga," ujarnya.

Bank Mandiri juga konsisten mengintegrasikan prinsip ESG melalui tiga pilar.

Portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp327 triliun per Juni 2026, tumbuh 7,5 persen YoY, terdiri dari pembiayaan hijau Rp173 triliun dan portofolio sosial Rp155 triliun.

Pada kuartal ini, perseroan memperoleh social loan yang dijamin Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) senilai US$750 juta, transaksi MIGA pertama dengan lembaga keuangan di ASEAN.

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung pembiayaan UMKM, termasuk KUR dan inklusi keuangan bagi UMKM yang dikelola perempuan.

Pada pilar Sustainable Operation, Bank Mandiri menurunkan emisi melalui penggunaan 626 kendaraan listrik dan hybrid, pemasangan 870 panel surya, serta penyediaan 33 stasiun pengisian daya.

Pada pilar Sustainability Beyond Banking, inklusi keuangan diperkuat melalui Livin' Merchant, dengan 63 persen pengguna di daerah non-urban.

>>> Mendag Dorong Kolaborasi Perkuat Sektor Kakao Indonesia di IICC ke-9

Riduan menutup, "Fundamental yang kokoh ini menjadi bekal kami untuk terus tumbuh, memperdalam penetrasi ekosistem Mandiri Group, serta menghadirkan layanan finansial yang menyeluruh bagi masyarakat dan pelaku usaha."