>>> Hotman Paris Resmi Mundur dari Tim Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Akibat Saraf Kejepit, Penanganan Dialihkan ke Tim Massaga Farizi

"Kami ingin membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan para mahasiswi melalui capacity building, mentoring, sampai belajar langsung ke manufaktur.

Jadi bukan lagi sekadar di skala laboratorium, tetapi melihat bagaimana riset diterapkan di skala industri," ujar Astry Tri Astuti, Growth Ventures Operating Director Darya-Varia.

Ia juga menyampaikan bahwa para peserta juga akan mendapat kesempatan belajar langsung dari para ahli yang dimiliki perusahaan sekaligus membangun jejaring profesional.

"Harapannya, mereka tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan kemampuan berkolaborasi," katanya.

Para penerima beasiswa dinilai berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari orisinalitas ide, kekuatan metodologi penelitian, hingga potensi dampak riset terhadap industri kesehatan dan masyarakat.

"Kami melihat inovasi riset, relevansinya, originalitas ide, bagaimana metodologi penelitian dilakukan, sampai apakah riset tersebut benar-benar mampu menjawab persoalan nyata di industri kesehatan," jelas Astry.

Salah satu penerima penghargaan, Bilqis dari Universitas Pancasila, mengatakan bahwa program ini menjadi kesempatan besar bagi mahasiswi untuk mengembangkan riset sekaligus meningkatkan kepercayaan diri sebagai calon peneliti perempuan.

"Program ini menjadi gerbang yang sangat besar, membuka kesempatan. Karena program ini diberikan khusus untuk perempuan, saya merasa mendapat kepercayaan diri yang besar.

Ada harapan bahwa perempuan punya ruang untuk memimpin dan berinovasi sehingga bisa memberikan dampak bagi masyarakat, terutama melalui bidang kesehatan," ujar dia.

>>> Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra Tidak Mendukung S Pen

Melalui program ini, Darya-Varia berharap semakin banyak peneliti perempuan yang mampu menghasilkan inovasi di bidang kesehatan sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan industri kesehatan nasional.