Dinamika hukum tanah air kembali diwarnai oleh perkembangan signifikan yang melibatkan figur publik berlapis kontroversi. Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Keputusan berat ini diambil murni lantaran kondisi kesehatan Hotman yang kian memburuk akibat gangguan saraf kejepit, memaksanya untuk memprioritaskan proses pemulihan diri demi keselamatan jangka panjang.
 
Keputusan pengunduran diri tersebut disampaikan Hotman pada Kamis (23/7/2026). Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa proses pemulihan kesehatannya masih belum optimal pasca menjalani serangkaian tindakan medis beberapa waktu lalu. Langkah ini diambil setelah ia menyadari bahwa tuntutan fisik dalam mendampingi kasus berprofil tinggi seperti milik Febrie Adriansyah tidak lagi sejalan dengan kondisi tubuhnya yang membutuhkan istirahat total.
 

Perjuangan Kesehatan Hotman Paris yang Tak Bisa Diabaikan

Rupanya, perjuangan Hotman Paris melawan rasa nyeri akibat saraf kejepit telah berlangsung cukup lama. Saat ditemui di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Hotman mengungkapkan bahwa gejala awal rasa sakit sudah ia rasakan sejak Mei 2026. Namun, dedikasi tinggi terhadap kliennya membuatnya tetap memaksakan diri untuk aktif bekerja.
 
Kondisinya justru mengalami penurunan drastis setelah ia kembali menjalani aktivitas padat, termasuk saat mendampingi Febrie Adriansyah dalam proses pemeriksaan intensif di Kejaksaan Agung pada 17 Juli 2026 lalu. Tekanan fisik tersebut memicu kekambuhan yang cukup serius.
 
"Harusnya saya opname empat hari. Tapi karena bandel, saya hanya opname dua hari. Begitu pulang ke hotel, dokter saya marah-marah," ujar Hotman dengan nada setengah bercanda namun menyimpan ketegasan akan pentingnya kesehatan.
 
Menyadari bahwa tubuhnya memberi sinyal peringatan keras, Hotman memutuskan untuk tidak mengambil risiko. Ia pun berencana segera bertolak ke Singapura untuk melanjutkan rangkaian pengobatan dan rehabilitasi medis yang lebih komprehensif. "Besok (hari ini) saya akan berangkat ke Singapura untuk melanjutkan pengobatan," pungkasnya.