2. Kronologi Resmi dan Respons Cepat Aparat Keamanan

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha, memberikan keterangan resmi terkait kronologi penanganan kasus ini. Segala sesuatu bermula dari laporan masyarakat yang masuk pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Laporan tersebut menginformasikan adanya penemuan sesosok jenazah laki-laki di area Jalan Raya Pondok Indah Hijau Golf.
 
"Bahwa benar pada hari Minggu sekitar pukul 07.00 pagi, kami mendapatkan laporan dari masyarakat adanya penemuan jenazah laki-laki di lokasi tersebut," jelas AKP Wira di halaman Polres Tangsel, Serpong, Selasa (21/7/2026).
 
Menyadari gravitasi situasi, petugas dari Polres Tangerang Selatan bersinergi dengan Polsek Kelapa Dua untuk segera mendatangi lokasi. Tim olah tempat kejadian perkara (TKP) yang melibatkan ahli forensik dari Inafis langsung dikerahkan untuk mengumpulkan bukti-bukti awal. Proses identifikasi di lapangan kemudian mengonfirmasi bahwa korban adalah seorang anggota aktif TNI AD yang bertugas di Yon TP 804 Cenderawasih, Papua.
 
Koordinasi lintas lembaga pun segera dilakukan. Polres Tangerang Selatan bermitra dengan Denpom I/Jaya Tangerang dan Korem 052/Wijayakrama untuk memastikan penyelidikan berjalan transparan, profesional, dan sesuai dengan protokol penanganan kasus yang melibatkan anggota TNI.
 

 

3. Temuan Mengerikan: 10 Tikaman di Tubuh Korban

Hasil pemeriksaan forensik awal mengungkap fakta yang jauh lebih mengerikan daripada dugaan awal saksi mata. Meskipun baju korban tampak bersih saat ditemukan, pemeriksaan medis di RSUD Kabupaten Tangerang mengungkapkan bahwa Prada Arif Budi Sampurna menjadi korban aksi kekerasan brutal.
 
Korban ditemukan meninggal dunia akibat sejumlah luka tusukan yang fatal. "Dari hasil pemeriksaan, luka korban ada di depan lima tusukan dan di belakang lima tusukan," ungkap AKP Wira.
 
Total 10 luka tusukan yang tersebar di bagian depan dan belakang tubuh ini mengindikasikan adanya serangan yang bertubi-tubi dan terencana, bukan sekadar aksi spontan. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk proses autopsi lengkap, identifikasi lanjutan, dan persiapan pemulangan ke pihak keluarga di Papua.