Setelah menginstal, buka aplikasi dan pilih menu “Cek Bansos”.

Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP, lalu tekan tombol “Cari Data”.

Seluruh data yang ditampilkan berasal dari database resmi Kemensos sehingga lebih terpercaya.

Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama penetapan penerima PKH.

DTSEN memuat informasi kondisi sosial ekonomi masyarakat, termasuk pekerjaan, tingkat kesejahteraan, dan kondisi tempat tinggal.

Data tersebut diperbarui secara berkala agar daftar penerima sesuai kondisi terbaru.

Besaran bantuan PKH 2026 berbeda pada setiap KPM, disesuaikan dengan kategori anggota keluarga yang memenuhi syarat.

Rincian bantuan per tahap: ibu hamil/masa nifas Rp750.000, anak usia dini (0-6 tahun) Rp750.000, siswa SD Rp225.000, siswa SMP Rp375.000, siswa SMA Rp500.000, lansia Rp600.000, penyandang disabilitas berat Rp600.000, dan korban pelanggaran HAM berat Rp2.700.000.

Jumlah bantuan yang diterima dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga yang masuk kategori penerima dan telah dinyatakan memenuhi persyaratan.

Masyarakat disarankan selalu melakukan pengecekan bansos PKH melalui website atau aplikasi resmi Kemensos.

Layanan resmi memberikan informasi akurat dan membantu menghindari kesalahan dari sumber tidak terpercaya.

>>> Sarwendah Geram Mendiang Ayah Diseret dalam Polemik Rumah Bersama Ruben Onsu

Dengan rutin memeriksa status bantuan, masyarakat dapat mengetahui perkembangan penyaluran PKH Juli 2026 dan memastikan status kepesertaan tetap aktif.