Saya akan terus membuat album selama saya mampu membelinya," kata Ryan Adams.

Penyanyi itu juga menguraikan tekanan pribadinya dalam pernyataan yang sama.

"Saya tidak tahu berapa kali lagi saya bisa menabrak tembok yang sama. Kapan cukup sudah cukup?"

kata Ryan Adams.

Masalah keuangan ini menyusul kemunduran publik sebelumnya bagi musisi tersebut.

Pada 2019, beberapa wanita menuduh Adams melakukan perilaku manipulatif dan pelecehan emosional dalam laporan yang diterbitkan oleh The New York Times.

Menanggapi tuduhan tersebut, Adams mengeluarkan pernyataan publik yang membahas perilakunya dan upaya pemulihannya.

"Dalam upaya menjadi pribadi yang lebih baik, saya berjuang untuk tetap sadar, dan kali ini saya melakukannya dengan bantuan profesional.

Kesadaran adalah prioritas dalam hidup saya, begitu pula kesehatan mental. Saya menyadari bahwa keduanya saling terkait.

Tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan betapa menyesalnya saya atas cara saya memperlakukan orang sepanjang hidup dan karier saya.

Yang bisa saya katakan hanyalah saya minta maaf," kata Ryan Adams.

>>> Whitesky Group Pesan 60 Taksi Terbang Listrik dari China Senilai Rp3,4 Triliun

Setelah kontroversi tersebut, Adams mengeluarkan permohonan publik kepada label rekaman untuk dukungan industri, menyatakan bahwa ia menghadapi potensi kehilangan rumah, studio rekaman, dan label rekaman independennya.