Miyamoto juga merenungkan popularitas abadi Mario. "Orang sudah lama bertanya, 'Mengapa pria paruh baya berkumis seperti Mario bisa laku keras?'"

Jawabannya bukan pada desain Mario semata, melainkan karena ia pertama kali muncul dalam game yang menyenangkan untuk dimainkan.

Ia menerapkan pemikiran yang sama pada Pokémon Red dan Green. Kesuksesan mereka berasal dari hasrat pribadi kreator Satoshi Tajiri dalam mengoleksi serangga.

Alih-alih mengikuti formula RPG yang ada, game tersebut dibangun di sekitar mengoleksi makhluk, berdagang dengan teman, dan menyelesaikan koleksi—ide yang berakar dari pengalaman masa kecil Tajiri.

Miyamoto menambahkan bahwa pengembang harus merangkul individualitas mereka, bukan mencoba menciptakan produk dengan daya tarik luas sejak awal.

"Kamu harus mengubah idemu menjadi produk dengan cara yang terbaik menunjukkan bahwa kamulah yang menciptakannya," ujarnya.

Filosofi itulah yang memungkinkan ide-ide lokal dan personal bergema dengan audiens di seluruh dunia.

>>> Crimson Desert: Dunia Terbuka Dibangun Lebih Dulu, Baru Misi

Saat Nintendo terus memperluas portofolio di game, film, dan hiburan, komentar Miyamoto memperkuat prinsip kreatif yang telah mendefinisikan perusahaan selama beberapa dekade.