Aston Martin kembali menghadapi tekanan finansial.

Pabrikan mobil mewah asal Inggris itu baru saja mengamankan pendanaan utang baru senilai £550 juta (sekitar $735 juta atau Rp11,8 triliun).

>>> Mitsubishi Triton BF///MS: Edisi Khusus dengan Proyeksi Kuda di Brasil

Pendanaan tersebut dipimpin oleh HPS Investment Partners. Terdiri dari pinjaman berjaminan senilai £450 juta ($602 juta) dan pinjaman tambahan £100 juta ($133 juta).

Aston Martin juga mendapat kapasitas utang tambahan sebesar £100 juta ($133 juta).

Sebagian dana segar ini akan digunakan untuk melunasi fasilitas kredit bergulir super senior senilai £170 juta dan pinjaman lainnya.

Kondisi Keuangan yang Semakin Sulit

Valuasi pasar Aston Martin saat ini kurang dari sepersepuluh dari nilai saat IPO. Perusahaan yang telah tujuh kali bangkrut dalam sejarahnya ini kini berjuang untuk bertahan.

Chief Financial Officer Aston Martin, Doug Lafferty, mengatakan pendanaan baru ini memperkuat likuiditas perusahaan.

>>> Ford dan Geely Jalin Kerja Sama Produksi Mobil Listrik di Spanyol

"Memberikan ketahanan tambahan dan fleksibilitas untuk menjalankan rencana produk saat ini dan masa depan," ujarnya.

Aston Martin optimistis dapat meningkatkan kinerja keuangan tahun ini.

Targetnya termasuk peningkatan arus kas dan margin melalui campuran produk yang lebih baik dari portofolio model inti dan khusus.

Beberapa bulan lalu, beredar laporan bahwa raksasa otomotif China, Geely, mungkin tertarik mengakuisisi Aston Martin.

Geely sudah memiliki Lotus dan London Electric Vehicle Company, serta pendirinya dikenal dekat dengan merek mobil Inggris.

>>> Program e.loop VW Group: Diskon Hingga 50% untuk Sewa EV

Belum jelas apakah pemilik dan investor Aston Martin akan menyambut pengaruh Geely. Namun, dengan valuasi yang anjlok, peluang akuisisi semakin terbuka.