Geely Auto Indonesia resmi meluncurkan SUV Geely Coolray bermesin bensin di Mandalika, Lombok, pada Selasa (21 Juli 2026).

Langkah ini dianggap nekat karena industri otomotif nasional tengah gencar beralih ke kendaraan listrik.

>>> Mets Aktifkan Luis Robert Jr. Jelang Lawan Brewers

Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia Constantinus Herlijoso mengungkapkan bahwa keputusan menggunakan mesin pembakaran internal (ICE) didasarkan pada realitas pasar.

"Kalau dilihat dari data market, segmen ICE masih tetap lebih besar. Kita juga tahu penyebaran pasar otomotif di Indonesia sangat luas," ujarnya.

Herlijoso menilai infrastruktur pengisian daya listrik yang belum merata menjadi ganjalan utama. "Di beberapa daerah infrastruktur SPKLU masih relatif jarang.

Itu sebabnya kami tetap percaya diri bahwa ICE masih akan menjadi pilihan dan kebutuhan kendaraan harian masyarakat," katanya.

Segmen SUV B Jadi Pilihan Strategis

Pemilihan segmen SUV B juga menjadi strategi kunci karena permintaan yang konsisten tinggi di kota-kota besar.

"Coolray berada di segmen SUV B yang merupakan salah satu pasar terbesar saat ini. Masyarakat Indonesia juga cenderung menyukai SUV karena ground clearance lebih tinggi," jelas Herlijoso.

>>> Penerbangan Southwest Alihkan Rute ke Charleston karena Peringatan Teknis

Geely menegaskan bahwa mereka tidak sekadar menjual unit dengan harga kompetitif, melainkan mengedepankan kualitas dan teknologi.

"Kami bukan menawarkan kendaraan yang sekadar murah tetapi kendaraan yang nyaman, aman, punya teknologi tinggi, serta performa yang baik.

Jadi yang kami tawarkan adalah value," tambahnya.

Target pasar yang disasar adalah para petrolhead atau pecinta mobil bensin yang masih menginginkan sensasi berkendara agresif dan dinamis.

"Kami melihat profil konsumennya adalah orang-orang yang berjiwa muda, mencari kendaraan yang dinamis dan agresif.

>>> Badai Dahsyat Ancam Belasan Negara Bagian AS dari Midwest hingga Northeast

Bagaimanapun juga petrolhead masih ada dan sensasi berkendara mobil ICE memang berbeda dengan mobil listrik," tutup Herlijoso.