Tidur bukan sekadar istirahat, melainkan fase krusial saat tubuh membersihkan limbah dari otak serta mengatur ulang hormon stres dan nafsu makan.

Dr. Barzilai menyarankan tidur 7 hingga 8 jam setiap malam. Konsistensi waktu bangun, bahkan di akhir pekan, lebih penting daripada jumlah jam tidur.

Keempat, manajemen stres.

Stres akut normal, tetapi stres kronis membuat tubuh dalam status siaga tingkat rendah yang merusak sistem kardiovaskular, menurunkan imun, mengganggu metabolisme, dan mempercepat penuaan sel.

"Masalah muncul ketika stres tidak pernah berhenti.

Stres kronis membuat tubuh dalam kondisi siaga tingkat rendah yang membebani sistem kardiovaskular dan kekebalan tubuh, mengganggu tidur dan metabolisme, serta mempercepat penuaan," kata Dr. Barzilai.

Olahraga teratur, tidur cukup, paparan sinar matahari, dan berkumpul dengan orang yang dipercaya terbukti ampuh meredakan stres.

Kelima, koneksi sosial. Pilar ini paling sering diabaikan.

Banyak orang terobsesi menghitung kalori dan langkah kaki, tetapi melupakan pentingnya hubungan pertemanan.

Data menunjukkan dampak positif hubungan sosial yang sehat terhadap kelangsungan hidup sangat besar.

>>> boAt Luncurkan Nirvana Eutopia 2 ANC dengan Adaptive Hybrid ANC 45dB

Mulailah dari langkah kecil seperti menelpon sahabat, mengikuti kelas sukarela, atau sekadar jalan pagi untuk menyapa tetangga.