>>> 5 Langkah Mudah Daftarkan UMKM Desa Penuktukan ke Google Maps 2026

Dalam beberapa kasus, petisi online bahkan mampu menarik perhatian institusi besar dan memicu diskusi publik yang luas.

Sayangnya, petisi semacam ini tidak memiliki kewenangan untuk mengubah hasil pertandingan resmi yang telah disahkan FIFA.

Sebuah pertandingan sepak bola tingkat internasional hanya dapat diulang dalam kondisi yang sangat luar biasa dan telah diatur dalam regulasi yang berlaku.

Keputusan tersebut pun harus melalui proses yang melibatkan badan pengatur sepak bola yang berwenang, bukan semata-mata berdasarkan jumlah dukungan publik di internet.

Artinya, meski jumlah tanda tangan terus bertambah, hal itu tidak secara otomatis membuat FIFA wajib mengulang final Piala Dunia 2026.

Fenomena Petisi Online di Piala Dunia 2026

Fenomena petisi online semacam ini sebenarnya bukan pertama kali terjadi selama gelaran Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, para pendukung Prancis juga sempat membuat petisi serupa usai laga semifinal melawan Spanyol.

Kala itu, lebih dari 82 ribu orang menandatangani petisi yang meminta pertandingan semifinal diulang karena adanya insiden kontroversial sebelum penalti pembuka untuk Spanyol.

Para suporter Prancis merasa keputusan yang diambil dalam pertandingan tersebut merugikan tim mereka.

Selain itu, ada juga petisi online yang menyuarakan agar Argentina dikeluarkan dari Piala Dunia 2026 setelah ramai pertandingan melawan Mesir dan Inggris.

Kala itu, petisi online tersebut sudah ditandatangani oleh lebih dari 13 juta user.

Bedanya, petisi tersebut berada di dalam situs 'agentinaout.

>>> Cara Mendapatkan Samsung Z Fold 8 dengan Desain Lebih Ramping dan Harga Terbaru 2026

com', di mana jumlah user yang tanda tangan sudah melebihi target awal yang hanya mengumpulkan 5 juta tanda tangan saja.