Kebiasaan baru itu akan diwariskan ke generasi berikutnya.

Kesepakatan Komunitas Nelayan

Regional Director CIRAD untuk Asia Tenggara dan Pasifik, Jean-Marc Roda, menyoroti bagaimana komunitas nelayan di sekitar Likupang mulai membangun kesepakatan sendiri untuk menjaga wilayah pemijahan ikan.

Alih-alih menggunakan bahan peledak di area dekat pantai, para nelayan kini memilih melaut lebih jauh untuk mendapatkan ikan pelagis yang harganya lebih tinggi.

"Para nelayan pergi melaut sedikit lebih jauh, mereka mendapatkan ikan pelagis yang lebih berkualitas, dan menjualnya dengan harga lebih mahal kepada turis," kata Roda.

Ikan hasil tangkapan dijual kepada wisatawan mancanegara yang menginap di resor sekitar Likupang, menciptakan hubungan saling menguntungkan antara nelayan dan sektor pariwisata.

Kesepakatan menjaga kawasan pemijahan ini lahir dari negosiasi otonom masyarakat sebelum diperkuat lewat pendampingan program konservasi.

Dalam hal perikanan berkelanjutan, empat kawasan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem berhasil menjaga kesehatan stok 27 spesies ikan utama, termasuk kakap, kerapu, dan ikan pelagis kecil.

Program ini juga mendukung pembentukan dan pengelolaan 21 kawasan konservasi perairan seluas 1.631.572 hektar, termasuk 16.613 hektar terumbu karang, 14.318 hektar mangrove, dan 10.582 hektar padang lamun.

>>> Pemimpin Baru Hamas Khalil Al Hayya Beberkan Enam Agenda Prioritas

Secara keseluruhan, program di Sulawesi Utara dan Maluku Utara ini menjangkau 5.752 penerima manfaat langsung dan sekitar 24.542 penerima manfaat tidak langsung.