Isu kesehatan reproduksi dan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) serta Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) kini bukan lagi sekadar momok yang hanya mengintai kalangan dewasa. Gelombang penularan yang mengkhawatirkan dilaporkan telah merembes hingga ke lingkungan pendidikan, menyentuh kehidupan anak-anak dan remaja usia sekolah di Kabupaten Sidoarjo. Fenomena ini memantik respons serius dari pemangku kebijakan untuk tidak hanya menekan angka penularan, tetapi juga membangun tembok pertahanan berupa edukasi dan penghapusan stigma.
 
Berdasarkan data terkini yang dihimpun dari berbagai sumber kesehatan daerah, dari total 7.129 Orang dengan HIV (ODHIV) yang tercatat di Kabupaten Sidoarjo, terdapat ratusan di antaranya adalah anak-anak dan remaja yang masih berstatus sebagai pelajar. Angka ini menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari orang tua, sekolah, hingga pemerintah daerah, untuk segera bergerak kolektif menyelamatkan masa depan generasi muda.
 
Data Mengkhawatirkan: Wajah Baru Penularan HIV di Kalangan Pelajar
 
Delta Crisis Center (DCC), sebuah yayasan yang secara aktif memantau dan mendampingi isu HIV/AIDS di wilayah tersebut, mencatat angka yang cukup mencengangkan. Hingga per 1 Juli 2026, akumulasi anak dan pelajar di Sidoarjo yang dinyatakan positif HIV telah mencapai 522 orang.
 
Direktur Program Yayasan DCC, Ferry Efendi, SH., MH., dalam keterangannya pada Sabtu (18/7/2026), merinci data tersebut dengan transparan agar masyarakat dapat memetakan risiko secara lebih akurat. "Jumlah anak dan remaja usia sekolah di Sidoarjo yang terpapar hingga awal Juli 2026 total ada 522 ODHIV. Rinciannya, untuk jenjang PAUD atau TK diperkirakan sekitar 13 anak. Selanjutnya, usia Sekolah Dasar (SD) hingga SMP sederajat tercatat sebanyak 44 remaja. Sementara itu, jumlah terbesar ada di jenjang SMA sederajat hingga mahasiswa, yang diketahui mencapai 465 orang yang positif HIV," ungkap Ferry.