Ratusan Pelajar Sidoarjo Positif HIV: Langkah Tegas Disdikbud Hancurkan Stigma dan Jamin Hak Pendidikan yang Setara
Ukuran Teks
Ferry menjelaskan bahwa penularan HIV pada kelompok usia muda ini tidak terjadi melalui satu jalur tunggal. Ada spektrum faktor yang saling berkaitan, mulai dari penularan vertikal (dari ibu ke anak selama masa kehamilan atau persalinan), penyalahgunaan narkotika dengan jarum suntik bergantian, hingga perilaku hubungan seks bebas di luar nikah yang mulai mengintai remaja.
"HIV itu menular melalui empat jalur utama, yakni darah, hubungan seksual tidak aman, penggunaan jarum suntik bergantian, dan Air Susu Ibu (ASI). Fakta ini harus terus-menerus disosialisasikan ke masyarakat secara masif dan empatik. Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar ada pemahaman komprehensif, sehingga berbagai jalur penularan ini bisa dihindari sejak dini," tegas Ferry.
Respons Cepat Disdikbud: Mitigasi, Edukasi, dan Perang Melawan Stigma
Menyikapi temuan data yang mengkhawatirkan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo tidak tinggal diam. Kepala Bidang (Kabid) Mutu Pendidikan Disdikbud Kabupaten Sidoarjo, Dr. Lilik Sulistyowati, S.Pd., M.Pd., menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kondisi yang menimpa para peserta didik ini.
Lilik, yang akrab disapa Lilis, menegaskan bahwa pendekatan yang diambil tidak akan bersifat menghakimi, melainkan protektif dan edukatif. "Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo menyatakan keprihatinan mendalam terhadap peserta didik yang terpapar HIV/AIDS. Kami memberikan perhatian yang sangat serius terhadap fenomena ini dan akan segera melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo untuk memetakan langkah taktis," beber Lilis.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Disdikbud Sidoarjo telah menyiapkan strategi mitigasi melalui penguatan kebijakan pendidikan di tingkat satuan. Langkah ini mencakup penyusunan protokol implementasi pencegahan penularan HIV/AIDS yang terintegrasi di semua jenjang sekolah. Fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari diskriminasi maupun stigma negatif yang selama ini sering kali lebih menyakitkan daripada penyakit itu sendiri bagi para ODHIV.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Set Lego Donkey Kong Arcade yang Bisa Dimainkan Akhirnya Dirilis, Bisa Dibeli Sekarang
Kamis / 23-07-2026, 16:47 WIB
PT Organics Tarik Produk Puree Buah yang Dijual di Ritel Besar
Kamis / 23-07-2026, 16:47 WIB
Las Vegas Aces Hadapi Mystics Tanpa Kierstan Bell karena Cedera
Kamis / 23-07-2026, 16:47 WIB
Panini Comics Umumkan Tanggal Rilis Manga Star Wars Jedi Vol 3
Kamis / 23-07-2026, 16:42 WIB
Hujan Tunda Laga Red Sox, Debut Rivera Tertunda
Kamis / 23-07-2026, 16:42 WIB
Indonesia Tancap Gas Bangun Industri Hidrogen, 93 Proyek Kantongi Investasi Rp32 Triliun
Kamis / 23-07-2026, 16:42 WIB
5 Ide Rumah Minecraft Kayu yang Bisa Jadi Referensi Bangunan
Kamis / 23-07-2026, 16:37 WIB
Inspirasi Nama Bayi Perempuan dengan Arti Mutiara, Penuh Makna Indah
Kamis / 23-07-2026, 16:37 WIB
Cara Daftar Penerima Bansos 2026 Online Lewat HP, Cek Desil Juga
Kamis / 23-07-2026, 16:37 WIB
Coba Kamera Online dengan Filter Unik di Pixect Camera
Kamis / 23-07-2026, 16:36 WIB
Genggam Samsung Smartglasses: Ini Alasan Meta Harus Khawatir
Kamis / 23-07-2026, 16:36 WIB
2 Contoh Pohon Harapan Unik untuk Siswa Sekolah beserta Isinya
Kamis / 23-07-2026, 16:35 WIB
95 Pinjaman Online Langsung Cair dalam Hitungan Menit yang Aman dan Terdaftar OJK
Kamis / 23-07-2026, 16:35 WIB
Casemiro Resmi Gabung Inter Miami, Siap Bermain Bareng Lionel Messi
Kamis / 23-07-2026, 16:35 WIB







