Penguatan Kompetensi Guru: Pelatihan Konseling dan Kesehatan Reproduksi
 
Menyadari bahwa guru adalah garda terdepan dalam mendeteksi dan memberikan dukungan psikologis, Disdikbud merancang program peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Lilis memastikan bahwa seluruh lembaga pendidikan akan mendapatkan materi edukasi dan literasi mendalam mengenai pola penularan, mitigasi risiko, serta pencegahan HIV/AIDS.
 
Dalam waktu dekat, Disdikbud akan menggelar serangkaian pelatihan khusus yang berfokus pada kesehatan reproduksi remaja dan manajemen konseling bagi para tenaga kependidikan. Program ini dirancang agar para guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pendamping yang paham cara menangani isu sensitif ini.
 
"Seluruh kepala sekolah, guru kelas, hingga guru Bimbingan Konseling (BK) akan dibekali pengetahuan yang komprehensif terkait pencegahan dan penanganan HIV/AIDS. Semua guru akan dilatih secara teknis mengenai manajemen konseling yang tepat jika mendapati atau mencurigai adanya murid yang positif HIV. Pendekatan yang humanis dan menjaga kerahasiaan adalah kunci utama," tegas mantan Kepala SMPN 4 Sidoarjo tersebut dengan nada optimis.
 
Kolaborasi Lintas Sektor dan Dinamika Rencana Tes HIV di SPMB 2027
 
Penanganan isu HIV/AIDS di lingkungan pendidikan tidak bisa dikerjakan oleh Disdikbud sendirian. Ke depan, dinas ini akan meningkatkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial (Dinsos), Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Puskesmas, hingga berbagai organisasi masyarakat (ormas) terkait. Sinergi ini bertujuan untuk menekan laju penambahan kasus baru melalui pendekatan yang holistik, mencakup aspek medis, sosial, hingga keagamaan.
 
Di sisi lain, muncul pertanyaan publik mengenai kemungkinan penerapan kewajiban tes HIV sebagai bagian dari proses seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2027. Menanggapi hal ini, Lilis bersikap hati-hati dan transparan. Ia menyatakan bahwa kebijakan tersebut menyangkut hak privasi dan etika medis yang rumit.