>>> BI Catat Uang Beredar Tumbuh 8,7 Persen pada Juni 2026

Sementara itu, pemilik akun media sosial Dea Arranoya, anak kandung Nevi Rizal, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik, khususnya masyarakat Gayo Lues.

Dalam surat terbuka tertanggal 22 Juli 2026 yang ditandatangani di atas meterai di Banda Aceh, Dea mengakui kesalahannya terkait flexing yang dinilai tidak bijak.

Salah satu konten yang memicu sorotan publik adalah unggahannya pada 9 Desember 2025 yang menampilkan deretan jerigen berisi Bahan Bakar Minyak (BBM), di tengah masyarakat yang kesulitan ekonomi.

Dea menyebut aksi memamerkan dalam konten tersebut murni karena kelalaian dan ketidakdewasaannya.

"Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan.

Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial," tulis Dea.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Dea mengonfirmasi telah menghapus seluruh konten terkait dari semua akun media sosial miliknya.

"Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dan akan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati, bijaksana, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

>>> Belasan Dubes Eropa Susuri Pesisir Minahasa Utara Pantau Konservasi Laut

Saya berharap pintu maaf dapat terbuka untuk kesalahan yang telah saya perbuat," ungkapnya.