Pelatih kepala Sky, Tyler Marsh, mencatat profil ofensif Taylor yang dinamis, mendorongnya untuk memadukan serangan ke bawah dengan tembakan perimeter.

"Dia dinamis dalam cara mencetak skor. Saya pikir saya sudah mengatakannya berkali-kali bahwa Anda terpesona oleh kemampuannya mencetak tembakan.

Tapi yang terlewat adalah kecepatannya ke arah ring dan ancaman menyerang rim," ujar Marsh.

Marsh menyoroti bagaimana Taylor berhasil mengintegrasikan keterampilan individunya ke dalam struktur tim.

"Dia melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam menyesuaikan keterampilan individu dan kreativitasnya ke dalam konsep tim kami," kata Marsh.

Perasaan Bermain di Kandang

Sebelum bermain di kandangnya di Brooklyn, Taylor merenungkan kembali ke arena tempat ia dulu menonton pertandingan sebagai penonton.

"Saya pernah ke beberapa pertandingan Liberty dan beberapa pertandingan Nets, tapi pasti berbeda berada di lapangan," kata Taylor.

Ia menggambarkan kegembiraannya sebelum tip-off di Barclays Center.

>>> Praspa 2026: Prabowo Tegaskan Pangkat Adalah Amanah, Bukan Simbol Kekuasaan

"Ini seperti wow, tapi saya tidak gugup sama sekali. Saya bersemangat," ujar Taylor.

Guard rookie itu mengakui area pertumbuhan yang berkelanjutan, termasuk mengembangkan chemistry dengan center Kamilla Cardoso dan guard veteran Courtney Vandersloot.

"Saya suka bermain dengan pemain post besar," kata Taylor.

Taylor mencatat bahwa aksi tandemnya dengan Cardoso terus berkembang.

"Sangat mudah. Lempar ke atas, dapatkan lob.

Dia screener yang hebat. Dia pengumpan yang hebat saat bergerak.

Saya pikir koneksi kami semakin baik setiap hari," ujar Taylor.

Taylor juga menanggapi penyesuaian terhadap saran dari rekan setim veteran tentang kesadaran posisi selama situasi pertandingan.

"Saya masih belajar bermain dengan beberapa orang," kata Taylor.