Bank bjb mengimbau nasabah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan bank bjb.

Penipuan dapat terjadi melalui telepon, pesan singkat, media sosial, email, maupun aplikasi perpesanan seperti WhatsApp.

>>> Daftar 4 Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang Diurus Kejagung

Bank bjb menegaskan tidak pernah meminta data rahasia nasabah seperti PIN, password, User ID, kode OTP, nomor kartu, atau CVV/CVC melalui kanal apa pun.

Data tersebut bersifat rahasia dan hanya diketahui oleh pemilik rekening.

Bank bjb juga tidak pernah menghubungi nasabah menggunakan nomor WhatsApp pribadi pegawai atau nomor di luar WhatsApp resmi bank.

Jika ada pihak yang menghubungi melalui WhatsApp dan meminta data perbankan, menawarkan bantuan transaksi, atau mengarahkan transfer dana, itu dipastikan upaya penipuan.

Modus Penipuan Semakin Beragam

Ancaman kejahatan siber saat ini memanfaatkan social engineering untuk memperoleh kepercayaan korban.

Modus yang digunakan meliputi penawaran hadiah, promo, pembaruan data, aktivasi rekening, bantuan transaksi, hingga permintaan verifikasi identitas.

Pelaku kerap membuat akun media sosial, nomor WhatsApp, atau situs palsu yang menyerupai identitas resmi bank bjb.

Setelah korban percaya, pelaku meminta informasi rahasia seperti User ID, password, PIN, OTP, nomor kartu, hingga CVV/CVC.

Informasi tersebut disalahgunakan untuk mengambil alih akses rekening dan melakukan transaksi tanpa sepengetahuan nasabah.

Langkah Menjaga Keamanan Data

Bank bjb secara konsisten melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi dan meningkatkan literasi digital.

Nasabah diimbau untuk tidak membagikan PIN, password, User ID, kode OTP, nomor kartu, atau CVV/CVC kepada siapa pun.

Jangan mudah percaya pada pesan atau telepon mendesak yang menawarkan hadiah, promo, atau meminta pembaruan data.