Ketiga, gugus tugas diminta melakukan inventarisasi ulang BMN di setiap Sekolah Rakyat untuk memastikan kesesuaian data administrasi dengan kondisi lapangan.

>>> AYIMUN BSD Chapter 2026: Wadah Pelajar Indonesia Berlatih Diplomasi Internasional

Keempat, selesaikan seluruh dokumen administrasi BMN, termasuk kodefikasi aset, daftar barang, inventarisasi, dan pencatatan pada sistem informasi pengelolaan BMN, serta berita acara serah terima barang.

"Berita acara serah terima ini penting, terutama barang-barang yang sudah masuk ke sekolah-sekolah rakyat.

Dari kita ke Sekolah Rakyat, berita acaranya harus tertib karena disitulah kita bisa mempertanggungjawabkan secara obyektif," ujarnya.

Kelima, tingkatkan kapasitas SDM pengelola BMN melalui pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan agar memiliki kompetensi yang memadai.

Keenam, susun dan terapkan SOP pengelolaan BMN yang diserahkan ke seluruh Sekolah Rakyat sebagai pedoman penerimaan, penggunaan, dan pemeliharaan.

Ketujuh, manfaatkan teknologi informasi untuk mendukung monitoring pengelolaan BMN secara real time sehingga pimpinan dapat memperoleh informasi yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.

Terakhir, Agus Jabo meminta Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemensos terus melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan berbasis risiko terhadap pengelolaan BMN, serta memastikan rekomendasi hasil pengawasan ditindaklanjuti secara konsisten.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan BMN mencerminkan kualitas tata kelola pemerintahan, integritas penyelenggara negara, dan komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

"Setiap aset yang dibiayai oleh uang rakyat harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat," ucap Agus Jabo.

Ia menambahkan, Sekolah Rakyat adalah program pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Tidak boleh ada aset yang terbengkalai, tidak dicatat, tidak dimanfaatkan, atau tidak dipelihara dengan baik.

>>> Minat Investasi Co-Living Melonjak 40 Persen di Tengah Lesunya Properti

"Saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Sosial untuk menjadikan hasil monitoring dari evaluasi ini sebagai momentum memperkuat tata kelola, menjaga akuntabilitas, meningkatkan efektivitas pembelanjaan intern, pengendalian intern," pungkas Agus Jabo.