Konsep ini diadaptasi menjadi geriatric parkour karena gangguan keseimbangan menjadi penyebab utama lansia jatuh.

Latihan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi fisik peserta.

Studi selama 10 minggu menunjukkan latihan parkour modifikasi mampu meningkatkan kemampuan menjangkau dan mobilitas fungsional, meski sebagian hasil belum signifikan secara statistik.

Peneliti menyimpulkan geriatric parkour merupakan upaya yang menjanjikan, namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Menurut CDC Amerika Serikat, lebih dari satu dari empat orang berusia 65 tahun ke atas mengalami jatuh setiap tahun.

Jatuh menjadi penyebab utama cedera fatal maupun nonfatal pada lansia akibat penurunan kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas, dan koordinasi tubuh.

>>> Menteri PU Bakal Temui Mensesneg Bahas Gaya Komunikasi

Tujuan geriatric parkour bukan atraksi berbahaya, melainkan melatih kemampuan tubuh agar lansia lebih seimbang dan lincah dalam aktivitas sehari-hari serta tidak mudah terjatuh.