"Turnamen back to back, turnamen kedua dan ketiga itu tidak mudah ya apalagi di turnamen pertama kemarin sampai babak akhir.

Harus ekstra recovery, dari pola makan, vitamin dan juga istirahatnya.

Dengan bantuan tim PBSI dari mulai fisioterapis sampai sport recovery, alhamdulillah sampai sekarang berjalan dengan baik," kata Fajar.

Selain kebugaran, Fajar menilai kondisi mental juga menjadi kunci konsistensi.

"Selain itu pastinya menjaga pikiran, harus selalu fresh dan enjoy. Hal-hal yang di luar turnamen dikesampingkan dulu karena itu kadang menguras energi," ucap Fajar.

Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri mengakui tekanan selalu ada di setiap turnamen.

Namun, ia memilih menjadikannya motivasi, termasuk saat tampil sebagai juara bertahan dan usai meraih gelar di Jepang pekan lalu.

"Beban dan tekanan pasti ada di setiap turnamen, tidak hanya di sini karena kami juara bertahan dan pekan lalu baru juara di Jepang.

>>> 5 Cushion Murah untuk Kulit Kuning Langsat, Harga di Bawah Rp100 Ribu

Kami tidak mau terlalu melebih-lebihkan rasanya, ambil saja positifnya untuk semakin termotivasi dan percaya diri," kata Fikri.