Peserta mendapatkan pembelajaran mendalam mengenai large language model (LLM) dan pengembangan model AI.

Mereka juga menyelesaikan persoalan riil dengan pendampingan dosen, praktisi industri, dan pakar AI dari perusahaan teknologi global.

“Tujuannya adalah mencetak talenta AI yang praktisional, bukan yang biasa,” kata Said Mirza.

Program ini didukung platform pembelajaran digital yang menghubungkan peningkatan kompetensi dengan kebutuhan industri.

Setelah menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi, peserta dapat langsung masuk ke dalam talent pool.

Melalui sinergi dengan BUMN, Komdigi berharap AI Talent Factory dapat mempercepat penyerapan talenta AI nasional.

>>> Gaya Jennifer Coppen Ultah ke-25 Usai Jadi Istri, Anggun Pakai Dress Putih

“Kami memiliki platform yang menghubungkan end to end, dari awal belajar sampai menghubungkan sampai mereka mendapatkan pekerjaan,” pungkas Said Mirza.