Radia, perusahaan AS-Italia, mengembangkan WindRunner, pesawat kargo terbesar di dunia berdasarkan volume. Pesawat ini dirancang untuk memecahkan masalah logistik di sektor energi bersih dan pertahanan.

WindRunner memiliki panjang 356 kaki, tinggi 79 kaki, dan mampu membawa muatan hingga 160.000 pon.

>>> Spanyol Kembangkan Roda Pendarat Pesawat yang Bisa Simpan Energi Seperti Baterai

Volume kargonya mencapai 240.000 kaki kubik, cukup untuk menampung bilah turbin angin ultra-panjang, helikopter militer, dan jet tempur.

Dirancang untuk Masalah Energi Angin

Awalnya, WindRunner lahir dari kebutuhan energi bersih.

Jalan raya saat ini kesulitan mengangkut bilah turbin angin yang panjangnya lebih dari 230 kaki, sementara bilah masa depan diperkirakan melebihi 330 kaki.

Pesawat ini dirancang untuk menerbangkan bilah hingga 344 kaki dan mendarat di landasan semi-siap pakai sepanjang 6.000 kaki.

Hal ini memungkinkan turbin raksasa mencapai lokasi pembangkit listrik tenaga angin terpencil.

Ruang Kargo untuk Pesawat Tempur

Ruang kargo yang luas juga menarik perhatian militer.

Radia menyebut versi militer dapat mengangkut enam helikopter CH-47 Chinook, empat F-16, atau empat F-35C tanpa perlu dibongkar.

Pesawat kargo militer saat ini sering kehabisan ruang sebelum kehabisan daya angkut. Akibatnya, peralatan harus dibongkar atau dialihkan, yang memakan waktu dan merepotkan, terutama saat krisis.

WindRunner tidak mengalahkan pesawat militer dalam bobot muatan mentah—C-5M Super Galaxy mampu membawa hingga 281.001 pon.

Namun, WindRunner unggul dalam volume, seperti memindahkan sofa yang masalahnya bukan berat, melainkan ukuran.

>>> Hampir 2 Juta Satelit Akan Diluncurkan, Astronom Peringatkan Ancaman bagi Langit Malam

Radia menyebut pesawat ini sebagai yang terbesar di dunia berdasarkan volume, dengan ruang kargo untuk bagian yang besar, panjang, dan sulit dipindahkan dengan cepat saat ini.