Peran Italia dalam proyek ini semakin besar. Radia berkantor pusat di Boulder, Colorado, dan Roma, Italia.

Kesepakatan terbaru dengan Kementerian Perusahaan dan Made in Italy bertujuan melibatkan perusahaan aerospace Italia dalam program WindRunner.

Kesepakatan itu mencakup manufaktur, teknik, dan rantai pasok, meskipun investasi dan keputusan program masih memerlukan persetujuan lebih lanjut.

Waktu pengembangan ini tidak kebetulan. Produksi C-17 berakhir pada 2015, sementara C-5 sudah berusia puluhan tahun.

Sebuah laporan Mitchell Institute 2025 memperingatkan bahwa sistem angkut udara AS saat ini kekurangan kapasitas untuk konflik masa depan, terutama di kawasan Indo-Pasifik.

Pertanyaan lingkungan juga muncul. Pesawat raksasa tetaplah pesawat yang mengeluarkan emisi.

Radia berargumen bahwa WindRunner dapat mengurangi transportasi multi-tahap dan membantu pembangunan infrastruktur angin darat yang terhambat jalan, jembatan, dan pelabuhan.

Perusahaan juga mengatakan platform ini dirancang kompatibel dengan bahan bakar penerbangan berkelanjutan, meskipun dampak iklim sesungguhnya tergantung pada penggunaannya nanti.

Saat ini, WindRunner masih dalam tahap desain detail dan integrasi pemasok. Penerbangan perdana ditargetkan pada akhir dekade ini.

>>> XLSmart Rilis Paket Gemini AI untuk Pelanggan XL, Axis, dan Smartfren

Beberapa tahun ke depan akan menentukan apakah ini menjadi kelas baru pesawat kargo dwiguna atau sekadar ide ambisius.