Bayangkan jika bagian pesawat bisa menjalankan dua fungsi sekaligus: menahan beban mekanis sekaligus menyimpan daya seperti baterai.

Itulah ide di balik RE-CELL, proyek Spanyol yang mengembangkan baterai struktural dan superkapasitor dari serat karbon daur ulang untuk komponen pesawat masa depan.

>>> Hampir 2 Juta Satelit Akan Diluncurkan, Astronom Peringatkan Ancaman bagi Langit Malam

Proyek ini tidak berarti pesawat jet listrik siap untuk penerbangan jarak jauh.

Namun, proyek ini menyoroti salah satu masalah iklim paling sulit di dunia penerbangan: baterai itu berat, dan setiap kilogram ekstra sangat berarti saat pesawat lepas landas.

Cara Lebih Ringan Menyimpan Daya

RE-CELL dikoordinasikan oleh SOFITEC, dengan partisipasi AIMPLAS dan I2CON. Menurut AIMPLAS, proyek dimulai pada 1 September 2024 dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2027.

Idenya sederhana: alih-alih menempatkan baterai terpisah di dalam pesawat, para insinyur ingin komponen pesawat itu sendiri yang menyimpan energi.

Dalam praktiknya, itu berarti mengubah sebagian struktur menjadi sumber daya yang berguna.

Untuk saat ini, aplikasi pertama diharapkan pada sistem non-kritis, seperti pencahayaan kabin.

Ini penting karena penerbangan bukanlah tempat untuk jalan pintas, dan material baru harus membuktikan diri secara perlahan sebelum beralih ke peran yang lebih menuntut.

Mengapa Penerbangan Membutuhkan Ini

Penerbangan berada di bawah tekanan untuk mengurangi emisi, tetapi jalannya tidak mudah.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional mengatakan maskapai berkomitmen untuk mencapai emisi nol bersih pada 2050, dengan teknologi baru, pesawat listrik, hidrogen, dan langkah-langkah lain.

Komisi Eropa juga memperingatkan bahwa penerbangan tetap menjadi sektor yang sangat padat energi dan salah satu sumber emisi gas rumah kaca yang tumbuh paling cepat.