Empat desain tas dibuat bersama Lynda Benglis, terdiri atas Dior Cigale berbahan metallic plissé, Dior Bow bergaya sculptural, Lady Dior baru, serta Petit Dîner dengan detail pita yang terinspirasi karya Benglis.

Koleksi sepatu menampilkan permainan kilau dan tekstur yang menyerupai permukaan karya seni Benglis.

Dior menghadirkan satin pumps dengan ujung kotak memanjang, sepatu berhias micro-sequin, payet, manik-manik, serta ornamen floral.

Pada kategori perhiasan, Dior menggandeng perajin dari Prancis dan India, termasuk Jaipur, Rajasthan.

Material seperti mother-of-pearl, rock crystal, green onyx, black onyx, hematite, hingga carnelian dipadukan dengan detail micromosaic.

Interpretasi langsung terhadap seri Peacock karya Benglis diwujudkan melalui rangkaian elemen bordir pada kawat sterling silver.

Bersamaan dengan peluncuran koleksi, Dior menggelar pameran bertajuk Grammar of Forms di Musée Rodin pada 7-12 Juli.

>>> Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM di SPBU? Ini Klarifikasi Pertamina

Pameran tersebut menampilkan pilihan busana haute couture terbaru, arsip Dior, serta karya-karya Lynda Benglis, termasuk beberapa karya yang dipamerkan di Prancis untuk pertama kalinya.