"Salah satu ponakan saya yang ada di Jakarta diduga tidak bisa mempertanggungjawabkan honor pengacara Hotman Paris. Kalau cuma Rp200 juta gua maafin, tapi ini miliaran honor Hotman," ujar Hotman dalam rekaman video yang kini kembali viral tersebut.

Hotman kala itu mengungkapkan bahwa keponakannya, yang baru berpraktik sebagai advokat sekitar dua tahun, tergoda oleh besarnya angka honorarium. Rekam jejak digital juga membuktikan kedekatan keduanya; Hotman beberapa kali mengunggah momen kebersamaan dan secara terbuka memperkenalkan Rocky Martin Napitupulu sebagai keponakan kandungnya yang ia banggakan.

Kekecewaan dari sosok yang dianggap sebagai "Raja Pengadilan" dan figur ayah/paman dalam dunia hukum ini diduga menjadi tekanan batin yang tak tertahankan bagi Rocky.

>>> Profil Rocky Martin Napitupulu Keponakan Hotman Paris yang Tewas Usai Terjatuh dari Lantai 46, Lengkap: Umur, Agama dan Akun IG

Respons Kuasa Hukum dan Nasib Kasus Penggelapan
Hingga artikel ini diturunkan, Hendry Hamonangan Siahaan selaku kuasa hukum Hotman Paris masih bungkam terkait detail perkembangan kasus sebelum kematian Rocky. "Saya belum bisa menjawab banyak hal terkait proses hukum yang berjalan sebelumnya. Mohon maaf sekali, nanti saya akan konfirmasi langsung ke Pak Hotman," tutur Hendry singkat saat dikonfirmasi awak media.

Lantas, bagaimana nasib laporan polisi senilai Rp3,29 miliar ini sekarang bahwa terlapor telah meninggal dunia?

Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa secara yuridis, kasus tersebut akan mengalami penghentian. "Terkait kelanjutan laporan dugaan penggelapan uang usai terduga pelaku meninggal dunia, nanti saya akan koordinasikan dengan penyidik. Namun, sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), apabila terlapor atau tersangka meninggal dunia, maka perkara pidana dapat dihentikan atau diterbitkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan)," pungkas Budi.
refleksi Dunia Hukum
Tragedi yang menimpa Rocky Martin Napitupulu ini menjadi catatan kelam sekaligus refleksi bagi dunia hukum Indonesia. Tekanan profesi, godaan materi, hingga beban ekspektasi dari keluarga dan klien, terbukti dapat menjadi racun yang mematikan jika tidak dikelola dengan integritas yang kuat.

Kasus ini juga menjadi peringatan keras bagi para praktisi hukum muda bahwa reputasi dan integritas adalah mata uang yang paling berharga. Sekali hilangnya, tidak ada nominal miliaran rupiah yang mampu menebusnya kembali.

Polda Metro Jaya dijadwalkan akan merilis hasil autopsi dan kesimpulan akhir terkait penyebab pasti kematian Rocky Martin Napitupulu dalam beberapa hari ke depan, sekaligus menutup resmi misteri tragedi lantai 46 ini.