Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah untuk introspeksi diri dan menjunjung tinggi integritas.

Hal ini disampaikan menanggapi maraknya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

>>> Prabowo Tegaskan Barang Subsidi Lewat Koperasi Desa Tak Boleh Diperdagangkan

Pernyataan tersebut disampaikan Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7). Ia merespons pertanyaan soal terjeratnya Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini dalam OTT KPK.

"Saya berharap dengan adanya OTT kepala daerah seperti Lombok ini, kepala daerah lainnya agar mawas diri dan melakukan introspeksi.

Jangan sampai melakukan pelanggaran apalagi tindak pidana korupsi," ujar Tito.

Tito mengaku prihatin karena masih ada kepala daerah yang terjerat kasus dugaan korupsi. Ia mengklaim pemerintah pusat telah melakukan berbagai upaya pencegahan.

Upaya tersebut meliputi pemberian pembekalan, pembuatan sistem keuangan yang transparan, dan pembinaan. "Pernah dikumpulkan juga oleh bapak presiden di Sentul, masih terjadi juga.

>>> Ledakan di Perumahan Mewah Polonia Medan Diduga Akibat Kebocoran Gas

Mereka memang dipilih rakyat, rekrutmennya," kata mantan Kapolri itu.

OTT Bupati Lombok Barat

Sejumlah kepala daerah terjerat kasus dugaan korupsi beberapa waktu belakangan. Teranyar, KPK menjerat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini melalui OTT.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan uang tunai ratusan juta rupiah dan sejumlah dokumen.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan total 19 pihak diamankan, tujuh di antaranya akan dibawa ke Jakarta.

Budi menjelaskan Lalu Ahmad Zaini diamankan di rumah dinasnya pada pagi hari. "Uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah dan beberapa dokumen terkait.

>>> 10 Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi, Apakah Kamu Termasuk?

Ini masih akan didalami dalam pemeriksaan awal," kata Budi di Jakarta, Senin (20/7).