Drama Final Piala Dunia 2026: Spanyol Runtuhkan Mimpi Terakhir Lionel Messi, La Roja Rajai Dunia!
Ukuran Teks
Kartu Merah Enzo Fernandez Menjadi Titik Balik
Momentum pertandingan yang semula berjalan alot berubah drastis pada penghujung babak pertama perpanjangan waktu. Petaka datang bagi Argentina ketika gelandang andalan mereka, Enzo Fernandez, harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Enzo, yang memaksanya harus masuk ke ruang ganti lebih awal.
Bermain dengan 10 orang di sisa waktu perpanjangan waktu adalah vonis mati dalam sebuah final. Mengetahui keunggulan jumlah pemain, Spanyol semakin meningkatkan intensitas serangan mereka, mengurung wilayah pertahanan Argentina yang kini semakin rapuh.
Drama sempat terjadi ketika Nico Williams berhasil menyarangkan bola ke gawang Argentina. Stadion bergemuruh, namun kebahagiaan itu hanya bertahan beberapa detik. Wasit menganulir gol tersebut setelah berkonsultasi dan melihat bahwa Mikel Merino lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Nicolas Otamendi dalam proses terjadinya gol. Skor tetap kacamata, ketegangan memuncak.
Gol Kilat Ferran Torres Pecahkan Kebuntuan
Kesabaran Spanyol akhirnya berbuah manis tepat 37 detik setelah babak kedua perpanjangan waktu dimulai. Berawal dari pergerakan lincah dan umpan matang dari Nico Williams di sisi sayap, Ferran Torres menemukan ruang tembak di dalam kotak penalti.
Tanpa membuang waktu, Torres melepaskan tendangan keras dan terukur yang bersarang telak di sudut atas gawang. Bola meluncur deras dan sama sekali tidak mampu dijangkau oleh Emiliano Martinez yang sudah terpaku. Gol ini menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang 120 menit laga, sekaligus mengunci kemenangan 1-0 bagi Spanyol.
Akhir Antiklimaks untuk Sang Maestro
Peluit panjang akhir laga menjadi tanda berakhirnya perlawanan Argentina. Para pemain Spanyol langsung berhamburan ke lapangan, merayakan keberhasilan mereka dengan suka cita, sementara para pemain Argentina, termasuk Lionel Messi, hanya bisa tertunduk lesu.
Final Piala Dunia 2026 ini secara otomatis menutup perjalanan epik Lionel Messi di ajang sepak bola terbesar sejagat raya. Meski ia telah memberikan segalanya dan membawa Argentina menjuarai edisi sebelumnya, mimpi untuk mengakhiri karier Piala Dunia dengan satu trofi tambahan harus berakhir dengan kepingan kekecewaan. Ini adalah akhir yang pahit dari sebuah kisah cinta antara sang legenda dan panggung terbesar dunia.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Antrean BBM di Sumut Mengular, Bahlil dan Pertamina Beri Penjelasan
Selasa / 21-07-2026, 15:43 WIB
Pilpres 2029: Partai Ogah Lawan Prabowo, Lebih Pilih Jadi Cawapres
Selasa / 21-07-2026, 15:42 WIB
Waskita Karya Rugi Rp1,92 Triliun, Utang Tembus Rp66,53 Triliun
Selasa / 21-07-2026, 15:42 WIB
Wali Kota New York Ingin Tangkap Netanyahu, Trump Beri Peringatan
Selasa / 21-07-2026, 15:42 WIB
Alienware Luncurkan Tiga Laptop Gaming Baru di India dengan Intel Core Ultra 9
Selasa / 21-07-2026, 15:42 WIB
Di Balik Koleksi 'Harsa', Ketelitian Perajin Jadi Kunci Busana Premium Lakon
Selasa / 21-07-2026, 15:42 WIB
Welah Hatta: Wanita Indonesia di Balik Sukses FIFA World Cup 2026
Selasa / 21-07-2026, 15:42 WIB
Harga Langganan Apple Naik Serempak, dari Apple Music hingga iCloud
Selasa / 21-07-2026, 15:42 WIB
Harga Rumah Nasional Naik Tipis 1,1%, Pasar Sekunder Makin Selektif
Selasa / 21-07-2026, 15:39 WIB
Skill dan Build Terbaik Han Xin di Honor of Kings
Selasa / 21-07-2026, 15:39 WIB
5 Hero EXP Laner Terbaik untuk Counter Yu Zhong di Mobile Legends
Selasa / 21-07-2026, 15:39 WIB
Google Siapkan Peningkatan Besar Autofill Chrome dengan Gemini
Selasa / 21-07-2026, 15:39 WIB
Dulu Usir Tikus di Taman, Kucing-Kucing Ini Sekarang Jadi Magnet Turis
Selasa / 21-07-2026, 15:38 WIB
Paredes dan AFA Terancam Sanksi FIFA Imbas Ricuh di Final Piala Dunia
Selasa / 21-07-2026, 15:38 WIB







