Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei angkat bicara terkait serangan udara terbaru Amerika Serikat yang dilancarkan pada Sabtu (18/7) waktu setempat.

Serangan tersebut merupakan balasan atas tewasnya dua tentara AS dalam serangan Iran di Yordania.

>>> Stadion Final Piala Dunia 2026: Saksi Bisu Messi Pensiun 10 Tahun Lalu

Melalui pernyataan tertulis di akun X, Khamenei menyampaikan tiga pesan penting yang ditujukan kepada AS dan rakyat Iran.

Ancaman Pelajaran Tak Terlupakan

Pertama, Khamenei bersumpah akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan kepada 'setan' AS atas serangan terbaru ini.

Ia menilai serangan itu membuktikan bahwa Amerika Serikat tidak bisa dipercaya.

"Pelanggaran yang berulang kali dilakukan oleh Setan Besar terhadap nota kesepahaman yang ditandatangani Presiden Iran dan Presiden AS kembali menyingkap satu kenyataan mendasar: tanda tangan Presiden AS sama sekali tidak bernilai dan tidak memiliki kredibilitas," ujar Khamenei.

Peringatan Konsekuensi Perang

Pesan kedua berupa peringatan kepada Washington. Khamenei menegaskan bahwa jika AS memutuskan melanjutkan perang, akan ada konsekuensi yang harus dihadapi.

Ia juga menggambarkan 'Poros Perlawanan' sebagai simbol kekuatan Iran dalam memberikan respons.

"Paksaan, sikap hegemonik, dan kekejaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari doktrin Amerika Serikat," kata Khamenei.

"Hari ini, Setan Besar kembali memperlihatkan wajah aslinya tanpa topeng. Episode kelam ini menjadi bukti baru mengenai ketidakjujuran, ketidakrasionalan, dan watak jahat AS."

>>> Final Piala Dunia 2026 Tayang di TVRI Gratis, Ini Cara Nontonnya

Seruan Persatuan Nasional

Pesan ketiga ditujukan kepada masyarakat Iran. Khamenei menekankan pentingnya persatuan nasional dan menyerukan seluruh rakyat bersatu menghadapi situasi terkini.

Seruan ini dinilai penting mengingat munculnya efek 'rally around the flag' sejak eskalasi konflik meningkat.