Pelatih kepala Toronto Tempo, Sandy Brondello, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka pada Sabtu, 18 Juli 2026, setelah komentarnya terhadap pemain Atlanta Dream, Angel Reese, menuai kritik.

Insiden tersebut terjadi saat pertandingan Jumat malam yang dimenangkan Atlanta Dream dengan skor 111-92. Reese mencatatkan 23 poin dan 12 rebound dalam laga itu.

>>> Deportivo Alaves Hadapi Eibar di Piala Villa de Laguardia

Menurut laporan SI. com, mikrofon menangkap Brondello yang mengungkapkan kekesalannya kepada wasit mengenai cara pertandingan dipimpin.

Ia berkata, "Angel, dia adalah spesies yang dilindungi."

Komentar tersebut langsung menuai reaksi di media sosial. Banyak pengguna menilai pernyataan itu mengandung nuansa rasial.

Sebagian mencoba membela dengan menyebutnya sebagai slang Australia untuk pemain yang diuntungkan wasit, namun mayoritas mengutuk keras.

Reese menanggapi langsung melalui akun X pribadinya. Ia membalas unggahan penggemar yang mengkritik bahasa pelatih tersebut dengan tulisan, "APA KITA TERKEJUT?!"

Setelah gelombang kritik, Brondello merilis serangkaian pernyataan di media sosial pada Sabtu untuk meredakan situasi.

Ia memuji kemampuan Reese, menyebutnya sangat cerdik dalam membaca arah bola dan unggul dalam rebound ofensif.

>>> Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Pertahankan Sertifikasi ISO 22301:2019 untuk Ketahanan Bisnis

Kontroversi ini muncul di tengah diskusi yang lebih luas tentang rasisme dan pelecehan pemain secara daring di WNBA.

Bintang Las Vegas Aces, Chelsea Gray, baru-baru ini mengkritik langkah perlindungan pemain setelah menjadi sasaran hinaan rasial usai pertandingan melawan Indiana Fever.

Organisasi Las Vegas Aces mengeluarkan pernyataan yang mengecam perilaku tersebut, dan WNBA memberikan dukungan penuh.

Namun, pemain Chicago Sky, Natasha Cloud, menilai pernyataan publik saja tidak cukup untuk mengatasi masalah sistemik yang dihadapi pemain.

Situasi ini mengingatkan pada insiden sebelumnya di olahraga profesional, termasuk kontroversi MLB di mana pelempar Washington Nationals, Cade Cavalli, mendapat skorsing lima pertandingan karena menggunakan frasa ofensif terhadap pemain Boston Red Sox, Willson Contreras.

Cavalli kemudian menyatakan penyesalan mendalam atas dampak kata-katanya terhadap penggemar muda. Ia mengaku sulit tidur memikirkan anak berusia 13 tahun yang mungkin kecewa padanya.

>>> Update Harga HP Samsung Baru dan Bekas Juli 2026, Termurah Rp1,8 Juta

Dengan kemenangan Jumat lalu, Atlanta Dream kini mencatat rekor 15-10 dan memuncaki klasemen Wilayah Timur. Sementara itu, Toronto Tempo berada di posisi 10-15 pada musim perdana mereka.