Pada 2023, Hanwha Systems mengatakan satelitnya dapat digunakan untuk tujuan sipil termasuk pemantauan lingkungan.

Program ini juga merupakan sinyal bagi industri kedirgantaraan Korea Selatan.

Badan Pengembangan Pertahanan memimpin pekerjaan roket, sementara perusahaan seperti Hanwha Systems dan Korea Aerospace Industries terkait dengan sisi satelit dari rencana pengintaian yang lebih luas negara itu.

Seoul Economic Daily juga melaporkan bahwa sekitar 40 persen dari beberapa misi satelit kecil dapat melibatkan penggunaan sipil seperti respons bencana, sementara militer akan mempertahankan otoritas atas perencanaan misi terintegrasi.

Ada sudut bisnis strategis juga.

Lima satelit pengintai yang lebih besar dari Korea Selatan telah diluncurkan dengan roket SpaceX Falcon 9, tetapi peluncur berbahan bakar padat domestik akan memberi Seoul lebih banyak kendali atas waktu, muatan, dan irama peluncuran di masa depan.

>>> Cara Mencuci Sayuran Hijau agar Aman Dikonsumsi, Jangan Cuma Dibilas

Dalam istilah praktis, itu berarti lebih sedikit ketergantungan pada landasan peluncuran asing ketika misinya sensitif.