>>> Transformasi Melayani Negeri: Langkah Nyata Menuju Indonesia Mandiri

Sistem ini memungkinkan identifikasi risiko perjalanan sejak perencanaan rute hingga kendaraan tiba di tujuan.

Perusahaan juga menerapkan program Fit to Work yang memastikan Awak Mobil Tangki (AMT) dalam kondisi siap kerja sebelum menjalankan tugas distribusi.

Selain aspek keselamatan pengemudi, Elnusa Petrofin memperkuat keandalan armada melalui skema Maintenance Management System (MMS) dan MMS Lite yang dijalankan secara terintegrasi.

Program ini didukung kerja sama strategis dengan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) kendaraan untuk menjaga standar pemeliharaan armada.

Untuk mendukung keamanan distribusi energi, perusahaan menerapkan sistem surveillance di sejumlah Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) strategis, termasuk di Jambi, Medan, dan Pontianak.

Sistem pengawasan ini memperkuat aspek security dan operational control agar seluruh aktivitas penyaluran sesuai prosedur dan standar keselamatan.

Keunggulan operasional Elnusa Petrofin juga terlihat pada pengelolaan sarana dan fasilitas energi seperti SPBE Bima, SPPBE Gunung Sitoli Nias, TBBM Bajo, TBBM Tembilahan, serta LPG Terminal Amurang.

Di fasilitas tersebut, perusahaan menerapkan Process Safety Asset Integrity Management System (PSAIMS) untuk memastikan keandalan aset dan keselamatan proses operasi.

Memasuki usia ke-30 tahun dengan tema “Connecting Your Energy”, Elnusa Petrofin berkomitmen memperkuat transformasi digital, meningkatkan kapabilitas operasional, serta memperkokoh budaya HSSE guna menghadirkan layanan logistik energi yang semakin aman, andal, dan berkelanjutan.

>>> Tytan Bangun Pabrik Drone Interceptor di Jerman, Target Produksi 3.000 Unit per Bulan

“Kami akan terus menghadirkan inovasi, memperkuat keandalan operasional, dan meningkatkan standar keselamatan agar Elnusa Petrofin dapat terus menjadi mitra tepercaya dalam mendukung ketahanan energi nasional serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Ferdiansyah.