>>> Ubed Tembus 16 Besar Japan Open, Bukti Regenerasi PBSI Bersama BNI

"KEK Gresik bukan lagi single commodity, melainkan multi-commodity hub. Kawasan ini akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang menyerap ribuan tenaga kerja terampil," kata Emil.

Menyasar Kebutuhan Industri Masa Depan

Prospek industri tembaga semakin cerah seiring meningkatnya kebutuhan global. Tembaga menjadi material utama dalam transmisi listrik, panel surya, energi terbarukan, kendaraan listrik, dan pusat data.

PT Freeport Indonesia menargetkan peningkatan produksi tembaga dan emas hingga 2029 melalui optimalisasi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).

Presiden Direktur Tony Wenas mengatakan perusahaan memulihkan kapasitas produksi setelah tantangan operasional tahun sebelumnya.

"Di tahun 2025 kami menambang 139.000 ton bijih per hari, 2026 menjadi 156.000 ton, dan 2027 mencapai sekitar 200.000 ton per hari yang merupakan tingkat produksi normal," ujar Tony dalam RDP dengan Komisi XII DPR RI.

Peningkatan produksi ditopang pemulihan Production Block 1 di Grasberg Block Cave yang berkadar tinggi. Ramp up dilakukan Mei hingga kuartal pertama 2027.

Freeport juga membangun terowongan drainase sepanjang tiga kilometer untuk memperkuat sistem pengamanan tambang.

"Kami memastikan seluruh infrastruktur dan rencana perbaikan dilakukan secara hati-hati," kata Tony.

Transformasi melalui hilirisasi mengubah arah pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Jika sebelumnya nilai ekonomi tembaga dari penambangan, kini menjadi fondasi industri bernilai tambah di dalam negeri.

>>> Xi Jinping: Pengembangan AI Harus Jadi Simfoni Kerja Sama Global

Pengolahan mineral domestik membuka peluang investasi baru, peningkatan ekspor produk olahan, perluasan lapangan kerja, dan perkembangan sektor manufaktur nasional.